Jelang Latihan Militer AS-Korsel, Korut Luncurkan Rudal ke Laut Jepang

Jelang Latihan Militer AS-Korsel, Korut Luncurkan Rudal ke Laut Jepang

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 12 Agu 2026 08:07 WIB
Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua, Hwasong-19, dari sebuah lokasi di wilayah Korut pada Kamis (31/10) waktu setempat. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua, Hwasong-19, dari sebuah lokasi di wilayah Korut pada Kamis (31/10) waktu setempat. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP )
Jakarta -

Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari lepas pantai timurnya ke arah Laut Jepang pada Rabu (12/8) dini hari. Peluncuran rudal balistik itu dilakukan beberapa hari sebelum dimulainya latihan militer gabungan berskala besar antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Latihan selama 11 hari yang dijadwalkan mulai Senin mendatang merupakan agenda rutin musim panas. Latihan itu dirancang untuk memperkuat kesiapan pertahanan Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam menghadapi Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Namun, Korut menganggap latihan tersebut sebagai persiapan invasi. Pada masa lalu, Korut kerap merespons dengan meluncurkan rudal, baik sebelum maupun sesudah latihan berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Militer kami mendeteksi peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara dari wilayah Wonsan ke arah Laut Timur sekitar pukul 06.00 pagi (pukul 21.00 GMT hari Selasa)," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Seoul kepada wartawan, dilansir AFP, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Rudal tersebut terbang lebih dari 700 kilometer (435 mil) melintasi perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang. Pihak Korsel dan AS saat ini sedang menganalisis spesifikasi rudal tersebut.

Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Jepang juga menyebut objek itu sebagai dugaan rudal balistik. Mereka menambahkan rudal itu diperkirakan "sudah jatuh", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Korea Utara tidak pernah membiarkan latihan militer gabungan Korea Selatan-AS berlalu begitu saja tanpa tanggapan," ujar pakar Korea Utara dari Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, kepada AFP.

"Ini adalah pesan bahwa Pyongyang memantau dengan cermat latihan mendatang dan dapat melakukan provokasi jika dianggap perlu," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyebut peluncuran rudal tersebut sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan. Ia menyatakan bahwa Tokyo telah "menyampaikan protest keras" kepada Korea Utara melalui saluran diplomatik di Beijing.

Tonton juga video "AS dan Sekutunya Ingatkan Ancaman Siber Korut, Pyongyang: Politis!"

(yld/isa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini