Setidaknya empat orang tewas di Jepang timur setelah hujan lebat yang "belum pernah terjadi sebelumnya". Hujan ekstrem ini telah menyebabkan ribuan orang terjebak di bandara Narita semalaman. Layanan kereta api pun terhenti.
Hujan deras pada Kamis (13/8) malam tersebut telah memicu peringatan tanah longsor dan pemadaman listrik. Otoritas pun mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat tertinggi untuk wilayah Chiba, Jepang timur untuk pertama kalinya.
"Saya tidak pernah berpikir akan menghabiskan malam di bandara, tetapi begitulah adanya dan kami sedang belajar," kata seorang penumpang pesawat yang terjebak di bandara Narita.
"Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan ini," katanya kepada NHK, dilansir kantor berita AFP, Jumat (14/8/2026).
Korban tewas termasuk seorang pria berusia 60-an atau 70-an tahun yang ditemukan mengambang di jalan yang tergenang banjir, dan seorang wanita berusia 66 tahun yang terjebak di dalam mobilnya yang terendam, kata Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba.
Korban tewas ketiga adalah seorang pria yang tidak diketahui usianya, yang ditemukan pingsan di jalan. Korban jiwa keempat adalah seseorang yang jenis kelamin dan usianya belum diketahui.
Hingga Jumat (14/8) siang waktu setempat, stasiun penyiaran publik NHK melaporkan tambahan dua orang meninggal, sehingga total korban tewas menjadi enam orang.
Sementara itu, kantor manajemen bencana mengatakan hampir 26.000 rumah tangga di seluruh prefektur Chiba mengalami pemadaman listrik.
Sebanyak 45 rumah terendam banjir di kota-kota seperti Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura. Sedikitnya 39 rumah lainnya mengalami rembesan air di bawah lantai.
- Kereta dibatalkan -
Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan dalam konferensi pers pada hari Kamis, bahwa ini "berpotensi menjadi curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya".
(ita/ita)