×
Ad

Jepang Tanggapi Santai Komentar PM Australia Soal Melon dari PM Takaichi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 12 Agu 2026 17:35 WIB
PM Australia Anthony Albanese (dok. REUTERS/Tracey Nearmy)
Tokyo -

Pemerintah Jepang menanggapi santai komentar Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese soal buah melon hadiah dari PM Sanae Takaichi, yang sempat memicu kehebohan di Australia. Tokyo menegaskan bahwa hubungan baik terjalin antara pemimpin kedua negara.

"Kami mengetahui adanya pemberitaan di media. Kami telah diberitahu oleh pihak Australia bahwa Perdana Menteri Albanese tidak menyampaikan komentar tersebut sebagaimana yang telah diberitakan," demikian pernyataan pemerintah Jepang, seperti dilansir AFP, Rabu (12/8/2026).

"Bagaimanapun juga, jamuan makan malam yang diadakan oleh Perdana Menteri Albanese saat kunjungan Perdana Menteri (Takaichi) ke Australia pada Mei lalu berlangsung dalam suasana yang sangat santai, dan kami meyakini hal itu turut membangun hubungan saling percaya secara pribadi di antara kedua pemimpin," imbuh pernyataan tersebut.

Albanese sebelumnya menuai kecaman dan telah meminta maaf atas komentar yang dia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan podcast "Bush Deep" bulan lalu, ketika dia mengatakan bahwa dirinya ingin "bercinta" dengan penyanyi ternama asal Australia, Kylie Minogue.

Namun, komentar terpisah dalam wawancara tersebut, yang membahas soal hadiah melon Jepang yang "aneh" dari PM Takaichi pada Mei lalu, memicu kehebohan lebih lanjut. Albanese membahas hadiah melon Jepang itu saat ditanya soal hadiah diplomatik yang menurutnya "paling payah".

Ketika host podcast itu bertanya apakah PM Takaichi "menyelundupkan" buah melon itu saat melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya dan berkata "membawa sepasang melon".

"Dia datang dengan penampilan mirip Pamela Anderson," timpal host podcast tersebut.

Komentar Albanese itu memicu kemarahan lawan-lawan politiknya. Pemimpin oposisi Australia mendesak Albanese meminta maaf atas lelucon yang dianggap "menghina" tersebut.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork