Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menuai kecaman setelah melontarkan lelucon yang dianggap kasar mengenai hadiah melon dari PM Jepang Sanae Takaichi saat berkunjung ke Negeri Kanguru tersebut. Albanese semakin dikritik karena menghindari desakan untuk meminta maaf.
Albanese sebelumnya juga dihujani kecaman dan meminta maaf atas komentar yang dia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan podcast "Bush Deep" bulan lalu, ketika dia mengatakan bahwa dirinya ingin "bercinta" dengan penyanyi ternama asal Australia, Kylie Minogue.
Namun komentar lainnya dari Albanese dalam wawancara yang sama, seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2026), di mana PM Australia itu melontarkan lelucon mengenai hadiah dari PM Takaichi saat melakukan kunjungan kenegaraan pada Mei lalu, memicu kemarahan lawan-lawan politiknya pekan ini. Lelucon Albanese itu dianggap menghina sang PM Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelucon itu disampaikan Albanese dalam percakapan dengan host podcast tersebut, Nikki Osborne, yang berlangsung di kediaman resminya. Albanese awalnya berkelakar bahwa dirinya menerima hadiah "aneh" berupa melon kelas premium yang menjadi ciri khas Kekaisaran Jepang dari PM Takaichi.
Di Jepang, menurut mantan Duta Besar Jepang untuk Australia, melon premium dianggap sebagai barang mewah dan harganya bisa melebihi AUS$ 270 atau setara Rp 3,3 juta.
Ketika host bertanya apakah PM Takaichi "menyelundupkan" buah melon itu melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya dan berkata "membawa sepasang melon".
"Dia datang dengan penampilan mirip Pamela Anderson," timpal host podcast tersebut.
Pemimpin oposisi Australia mendesak Albanese untuk meminta maaf atas lelucon yang dianggapnya "menghina" tersebut.
Ketika ditanya saat berada di gedung parlemen pada Selasa (11/8) soal apakah dirinya akan meminta maaf atas "perilakunya yang tidak sopan", Albanese mengatakan: "Saya menolak anggapan dalam pernyataan tersebut".
"Perdana Menteri Takaichi adalah sahabat Australia dan sahabat saya," ucap Albanese.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Penny Wong, juga menepis tuduhan bahwa komentar Albanese itu dimaksudkan sebagai penghinaan.
"Perdana Menteri telah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud agar komentar-komentarnya itu ditafsirkan sedemikian rupa oleh mereka yang mengkritiknya," ucap Wong, merujuk pada oposisi pemerintah.
Simak juga Video: Australia Bantu UEA Hadapi Iran: Kirim Rudal-Pesawat Pengintai Militer










































