Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandang oleh menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Pencabutan gelar ini dilaporkan berkaitan dengan perilaku tidak pantas dari menantu perempuan tersebut.
Keputusan Sultan Bolkiah mencabut gelar menantunya ini, seperti dilansir New Straits Times, Senin (10/8/2026), diumumkan oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan dalam pernyataan yang dirilis pada 8 Agustus lalu.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (10/8/2026):
- Profil Menantu Sultan Brunei yang Dicopot Gelar Kerajaannya
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandang oleh menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Pencabutan gelar ini dilaporkan berkaitan dengan perilaku tidak pantas dari menantu perempuan tersebut.
Keputusan Sultan Bolkiah mencabut gelar menantunya ini, seperti dilansir New Straits Times, Senin (10/8/2026), diumumkan oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan dalam pernyataan yang dirilis pada 8 Agustus lalu. Disebutkan bahwa gelar kerajaan yang dicabut itu adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", yang sebelumnya dianugerahkan kepada Pengiran Raabi'atul.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, pencabutan gelar tersebut merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan langsung oleh Sultan Bolkiah.
- Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz sampai AS Bayar Kompensasi Perang
Garda Revolusi Islam Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi daftar tuntutan, termasuk membayar kompensasi atas kerusakan perang.
Blokade efektif Iran terhadap jalur energi penting ini telah mengacaukan pasar dan menaikkan harga. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (9/8) bahwa ia "bersikap tenang" dalam pendekatannya terhadap Teheran.
Teheran bersikeras untuk mempertahankan kendali atas Hormuz setelah perang dan ingin memungut biaya untuk pelayaran. Iran telah berulang kali menyerang kapal-kapal yang dituduhnya mencoba menghindari rute yang diinginkannya.
- Penembakan Lagi di Thailand, Pelakunya Eks Anggota Parlemen
Insiden penembakan kembali terjadi di Thailand. Kali ini terjadi di kompleks kantor pemerintah daerah di pinggiran Bangkok, ibu kota Thailand. Seorang mantan anggota parlemen Thailand ditangkap setelah menembak seorang pejabat pemerintah daerah di siang hari bolong.
(ita/ita)