Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz sampai AS Bayar Kompensasi Perang

Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz sampai AS Bayar Kompensasi Perang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 14:08 WIB
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Garda Revolusi Islam Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi daftar tuntutan, termasuk membayar kompensasi atas kerusakan perang.

Blokade efektif Iran terhadap jalur energi penting ini telah mengacaukan pasar dan menaikkan harga. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (9/8) bahwa ia "bersikap tenang" dalam pendekatannya terhadap Teheran.

Teheran bersikeras untuk mempertahankan kendali atas Hormuz setelah perang dan ingin memungut biaya untuk pelayaran. Iran telah berulang kali menyerang kapal-kapal yang dituduhnya mencoba menghindari rute yang diinginkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan kantor berita Iran, Tasnim, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada hari Sabtu (8/8) lalu telah menetapkan daftar syarat untuk membuka kembali selat tersebut. Ini termasuk mengakhiri perang di semua front, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, pengakhiran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Syarat-syarat tersebut mempertegas ketentuan perjanjian Juni lalu, yang mencakup ketentuan untuk menciptakan dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar untuk Iran.

Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Minggu (9/8) bahwa strategi mereka adalah mempertahankan blokade mereka "sampai musuh menerima semua syarat kami... selat tersebut sekarang benar-benar menjadi medan perang bagi kami dan bukan hanya jalur perairan".

"Kita bersikap tenang," kata Trump tentang pendekatannya dalam sebuah wawancara dengan media Axios.

"Kita hanya setengah bernegosiasi dengan mereka," katanya. "Kita hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang," cetusnya.

"Ini akan berhasil," tambahnya. "Ini seperti permainan catur," imbuhnya.

Iran saat ini sedang melakukan negosiasi terpisah dengan Oman, mediator regional yang telah lama menjalin hubungan dekat dengan Teheran dan Washington, untuk mengelola Selat Hormuz.

Pembicaraan tersebut bertujuan untuk menetapkan kerangka hukum dan mekanisme baru untuk pelayaran melalui selat tersebut, termasuk penetapan rute navigasi sementara, yang nantinya dapat menjadi dasar untuk pengaturan permanen.

Namun, para pejabat Iran menekankan bahwa mencapai kesepahaman dengan Oman tidak secara otomatis menjamin pembukaan kembali selat tersebut sepenuhnya.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait