Iran Tak Akan Serahkan Kendali Selat Hormuz dalam Keadaan Apa Pun!

Iran Tak Akan Serahkan Kendali Selat Hormuz dalam Keadaan Apa Pun!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 11:23 WIB
Selat Hormuz (Foto: AFP)
Selat Hormuz (Foto: AFP)
Jakarta -

Seorang ulama senior yang memimpin Dewan Kebijakan Iran menegaskan bahwa Republik Islam tersebut tidak akan melepaskan kendalinya atas Selat Hormuz dalam keadaan apa pun.

Ayatollah Sadegh Amoli Larijani, yang badan legislatifnya bertanggung jawab untuk menyelesaikan perselisihan antara badan-badan legislatif tertinggi Iran, mengatakan bahwa kedaulatan atas Hormuz adalah milik Republik Islam itu.

"Kita tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun, dan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya," katanya pada hari Minggu (9/8) waktu setempat, dilansir media Iran, Press TV, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Iran mulai membatasi transit melalui Selat Hormuz pada awal Maret lalu, beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap negara tersebut.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada bulan Juni lalu, yang memungkinkan Iran untuk mengelola selat tersebut dan secara bertahap mengembalikan transit ke tingkat normal, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan blokade AS terhadap negara tersebut.

Namun, Iran memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz setelah AS melanggar ketentuan MoU dengan berupaya melemahkan pengelolaan Iran atas jalur perairan utama di Teluk Persia yang bertanggung jawab atas seperlima pasokan minyak global tersebut.

Amoli Larijani mengatakan satu-satunya cara agar transit di Hormuz kembali normal adalah dengan AS dan sekutunya menerima mandat Iran untuk mengendalikan jalur air tersebut.

"Jika mereka menginginkan jalur bebas, mereka harus mematuhi ketentuan MoU," katanya.

Ulama senior tersebut mengatakan bahwa AS telah mencoba menekan Iran melalui blokade angkatan laut dan dengan membatasi aksesnya ke perdagangan internasional.

"Bangsa Iran tak terkalahkan, dan penindasan lebih lanjut hanya akan merugikan Anda sendiri," kata Amoli Larijani mengacu ke AS dan sekutunya.

Iran sedang melakukan negosiasi terpisah dengan Oman, mediator regional yang telah lama menjalin hubungan dekat dengan Teheran dan Washington, untuk mengelola Selat Hormuz.

Pembicaraan tersebut bertujuan untuk menetapkan kerangka hukum dan mekanisme baru untuk pelayaran melalui selat tersebut, termasuk penetapan rute navigasi sementara, yang nantinya dapat menjadi dasar untuk pengaturan permanen.

Namun, para pejabat Iran menekankan bahwa mencapai kesepahaman dengan Oman tidak secara otomatis menjamin pembukaan kembali selat tersebut sepenuhnya.

Lihat Video 'Langka! Kantor Berita Iran Rilis Mojtaba Khamenei Sedang Berbincang':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait