Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi bagian selatan, yang menyebabkan 11 orang luka-luka. Ini menjadi jumlah korban terbanyak di wilayah Saudi selama negara itu berkonflik dengan Houthi lebih dari empat tahun terakhir.
Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, meningkatkan serangan terhadap Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak bulan lalu. Hal ini merupakan bentuk dukungan Houthi untuk Teheran yang berperang melawan Amerika Serikat (AS).
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi untuk memerangi Houthi, Jenderal Turki al-Maliki, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Saudi, seperti dilansir AFP, Jumat (7/8/2026), mengatakan bahwa sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka akibat serangan Houthi pada Kamis (6/8) malam waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban luka itu terdiri atas tujuh warga Saudi, dua warga negara Mesir, satu warga negara Yaman dan satu warga negara Pakistan.
Serangan yang memicu korban luka itu terjadi di wilayah Najran, yang berbatasan dengan Yaman.
Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional dalam melawan Houthi sejak 2015.
Sementara konflik di Yaman bermula lebih dari 11 tahun lalu, yang melibatkan pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Houthi hingga saat ini masih menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, dan wilayah-wilayah strategis lainnya di negara tersebut.
Situasi pertempuran di Yaman relatif mereda sejak April 2022 setelah gencatan senjata diumumkan. Namun baru-baru ini, Houthi kembali aktif melancarkan serangan-serangannya, terutama menargetkan Saudi, sejak perang Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran meluas.
Pertempuran kembali berkobar setelah penerbangan langsung dari Iran mendarat di Sanaa yang dikuasai Houthi, yang memicu reaksi keras koalisi Saudi. Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi.
Sebelumnya, pada Kamis (6/8), Houthi menewaskan sedikitnya 58 tentara pemerintah Yaman dalam serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi-posisi militer di wilayah tengah dan timur Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan pasukan pemerintah Yaman untuk merespons apa yang disebutnya sebagai peningkatan kekuatan militer yang didukung Saudi. Saree menyebut serangan-serangan itu melibatkan sejumlah besar rudal balistik dan drone.
Kementerian Pertahanan Yaman bersumpah untuk membalas serangan Houthi "pada tempat dan waktu yang tepat".
Simak Video 'Houthi Ancam akan Serang Fasilitas Krusial Milik Arab Saudi':










































