Beredar Info Iran dan Proksinya Siap-siap Serang Arab Saudi!

Beredar Info Iran dan Proksinya Siap-siap Serang Arab Saudi!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Agu 2026 10:22 WIB
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Riyadh -

Informasi intelijen mengindikasikan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan kelompok-kelompok proksi yang didukung Teheran sedang bersiap untuk melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Serangan tersebut berpotensi dilancarkan secara serentak.

Hal tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (7/8/2026), diungkapkan oleh seorang sumber senior Saudi saat berbicara kepada Al Arabiya English pada Kamis (6/8) malam waktu setempat.

Sumber Saudi tersebut mengatakan bahwa "sejumlah laporan intelijen yang kredibel" menunjukkan adanya koordinasi antara kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman, milisi-milisi Irak yang didukung Iran, dan IRGC dalam mempersiapkan serangan-serangan terhadap Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber senior Saudi itu, laporan itu sangat mengkhawatirkan karena muncul di saat Kerajaan Saudi terus berupaya mendorong deeskalasi dan solusi damai untuk konflik Timur Tengah, dengan negosiasi dilaporkan sedang bergerak ke arah positif.

Saudi, ujar sumber tersebut, tidak akan ragu untuk mengambil segala langkah yang diperlukan guna merespons setiap bentuk agresi.

Informasi ini muncul tak lama setelah sumber-sumber Irak mengatakan mereka memiliki informasi yang mengindikasikan adanya niat faksi-faksi bersenjata untuk melancarkan serangan drone terhadap "negara-negara tetangga dalam waktu 48 jam".

Sumber senior Saudi itu mengatakan bahwa kemungkinan serangan tersebut dapat menargetkan fasilitas sipil dan energi, termasuk infrastruktur vital, bandara-bandara, dan pelabuhan.

Menurut sumber tersebut, sebagian informasi intelijen yang diperoleh mencakup pemantauan terhadap pemindahan posisi rudal dan drone sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan serentak.

Sementara itu membahas soal kerja sama Saudi dan Amerika Serikat (AS), sumber itu mengatakan bahwa koordinasi tetap "sangat kuat" di semua tingkatan, termasuk antara militer kedua negara.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait