Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya sangat kesal dengan laporan media yang marak memberitakan pasokan amunisi AS semakin menipis. Trump kembali menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang sangat banyak dan mengancam akan menjebloskan para pengkritiknya ke penjara.
Presiden AS itu, seperti dilansir AFP, Kamis (6/8/2026), meluapkan kekesalannya melalui media sosial Truth Social menanggapi pemberitaan media-media mengenai menipisnya pasokan amunisi AS akibat perang melawan Iran.
"Amerika Serikat memiliki persediaan 'amunisi' dalam jumlah sangat besar, khususnya untuk jenis-jenis tertentu," tegas Trump dalam pernyataannya, tanpa menjelaskan lebih lanjut soal jenis amunisi yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, amunisi dalam jumlah besar sedang diproduksi dan dikirimkan ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik dan fasilitas produksi terbanyak dalam sejarah negara kita," ujarnya.
Trump kemudian mengecam pihak-pihak yang dia sebut sebagai "pembocor" terkait maraknya laporan media soal pasokan amunisi AS semakin menipis.
"Para 'pembocor' yang melontarkan pernyataan yang berkhianat ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan dituntut (terhadap mereka)!" ancam Presiden AS itu dalam pernyataannya.
Ancaman Trump ini disampaikan setelah sebelumnya media-media terkemuka melaporkan bahwa pasokan amunisi AS semakin menipis hingga ke level yang "mengkhawatirkan" akibat perang melawan Iran.
Laporan CNN, mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut dan berdasarkan penilaian inventaris terkini, menyebutkan bahwa militer AS telah menggunakan hampir 80 persen dari stok rudal pencegat dan sekitar separuh dari rudal Patriot sejak perang dengan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.
Disebutkan juga bahwa kekurangan pasokan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), yang sebelumnya tidak dilaporkan, semakin menambah kekhawatiran yang sudah ada terkait pasokan rudal Patriot.
Laporan serupa dari Reuters, yang mengutip tiga sumber yang mengetahui data itu, menyebutkan bahwa militer AS telah menggunakan sebagian besar pasokan rudal jarak jauh akurasi tinggi selama perang lima bulan melawan Iran.
Rudal jarak jauh yang dimaksud mencakup rudal darat-ke-darat jenis Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM). Menurut dua sumber yang dikutip Reuters, AS telah menggunakan "hampir semua" persenjataan tersebut.
Baca juga: Trump Menepis Kabar Amunisi AS Menipis |
The Washington Post bahkan melaporkan jika kekurangan amunisi AS itu membuat Trump membatalkan serangan terbaru terhadap Iran, meskipun sebelumnya dia sempat mengancam akan menyerang Teheran dengan "sangat keras".
Menanggapi laporan-laporan media itu, Trump sebelumnya menyampaikan bantahan dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih. Dia menegaskan bahwa AS memiliki "jauh lebih banyak amunisi dibandingkan pihak mana pun di dunia" dan "jauh melebihi kebutuhan kita".
"Saat ini, perusahaan-perusahaan pertahanan kita memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus memperluas pabrik dan peralatan mereka hingga mencapai tingkat rekor," kata Presiden AS tersebut.
Lihat juga Video: Debat dengan Senator, Menhan AS Dicap Gagal soal Perang Iran










































