Trump Ribut dengan Menhan AS, Merasa Disesatkan Soal Pasokan Amunisi

Trump Ribut dengan Menhan AS, Merasa Disesatkan Soal Pasokan Amunisi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 17:04 WIB
Trump duduk di antara Menlu AS Marco Rubio (kiri) dan Menhan AS Pete Hegseth (kanan) saat rapat kabinet di Camp David, Maryland, pada 31 Juli lalu (dok. REUTERS/Daniel Heuer)
Trump duduk di antara Menlu AS Marco Rubio (kiri) dan Menhan AS Pete Hegseth (kanan) saat rapat kabinet di Camp David, Maryland, pada 31 Juli lalu (dok. REUTERS/Daniel Heuer)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan terlibat perselisihan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth dalam rapat kabinet terbaru. Trump disebut merasa disesatkan oleh Hegseth mengenai pasokan amunisi AS, yang akhir-akhir ini marak diberitakan semakin menipis akibat perang melawan Iran.

Perselisihan itu, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (6/8/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post, yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan dan perselisihan yang terjadi.

Cekcok tersebut terjadi pekan lalu di sela-sela rapat kabinet pemerintahan Trump yang digelar di Camp David, tempat peristirahatan kepresidenan di Maryland.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Washington Post melaporkan bahwa Trump menuntut penjelasan mengenai laporan kekurangan pasokan amunisi dari Hegseth, yang memimpin Pentagon, dalam rapat kabinet pada Jumat (31/7) lalu.

Trump, menurut dua sumber yang dikutip The Washington Post, mengatakan kepada Hegseth bahwa dirinya mengira masalah amunisi tersebut "sudah diatasi".

Namun, berdasarkan keterangan salah satu sumber, kekurangan pasokan amunisi -- terutama rudal jarak jauh dan rudal pencegat pertahanan udara -- menjadi salah satu alasan Trump mengurungkan niat untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.

Diketahui bahwa awal pekan ini, Trump mengumumkan pembatalan serangan terhadap Iran, dengan alasan adanya kemajuan dalam upaya diplomasi. Trump juga mengklaim dirinya diminta oleh Teheran dan negara-negara Timur Tengah untuk menunda serangan.

Laporan The Washington Post menyebutkan bahwa setelah ditegur oleh Trump, Hegseth membela diri dan menyalahkan Wakil Menhan AS, Stephen Feinberg, atas kekurangan tersebut dan karena tidak memastikan Trump mendapat informasi lengkap mengenai masalah tersebut.

Dalam laporannya, The Washington Post menyebut bahwa: "Pada bulan pertama pertempuran saja, AS menembakkan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk dan lebih dari 1.000 rudal Patriot dan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)."

"AS juga telah menggunakan lebih dari 1.300 rudal balistik taktik milik Angkatan Darat pada minggu-minggu awal pertempuran, menurut keterangan seorang pejabat AS. Pasokan ATACMS -- jenis rudal jarak pendek yang juga banyak diminta oleh Ukraina -- telah terkuras habis hingga praktis tidak tersisa lagi," sebut laporan The Washington Post.

Gedung Putih Bantah Ada Ribut-ribut Trump dan Hegseth

Laporan soal perselisihan antara Trump dan Hegseth itu langsung dibantah oleh Gedung Putih. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut pemberitaan semacam itu sebagai "berita palsu".

"Ini 100 persen berita palsu. Sama sekali tidak pernah terjadi. Dan Presiden Trump sangat mempercayai Menteri Hegseth," kata Leavitt dalam pernyataan tanggapan kepada The Washington Post.

Dalam pernyataan terpisah via media sosial X, Leavitt kembali menyampaikan bantahan. "Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Hal ini benar-benar tidak pernah terjadi," tegasnya.

Bantahan juga disampaikan oleh juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, yang menyebut laporan mengenai perselisihan Presiden dan Menhan AS itu "fiktif".

"Menteri Hegseth tidak menyesatkan siapa pun mengenai postur amunisi kita, dan beliau tidak menyalahkan Wakil Menteri Feinberg. Klaim-klaim mengenai menipisnya stok, perbedaan pendapat internal, maupun sikap Menteri terhadap Iran... semuanya sama-sama fiktif," tegas Parnell.

Lihat juga Video: Debat dengan Senator, Menhan AS Dicap Gagal soal Perang Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait