AS Akan Tutup Konsulat di Medan, Kenapa?

AS Akan Tutup Konsulat di Medan, Kenapa?

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 12:57 WIB
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (Foto: Dok. Reuters)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (Foto: Dok. Reuters)
Jakarta -

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dilaporkan telah memberitahu Kongres AS bahwa mereka berencana untuk menutup lima misi diplomatik asing, termasuk Konsulat Jenderal AS di Medan, Indonesia. Ini merupakan pengurangan kehadiran diplomatik global Amerika yang jarang terjadi.

Dilansir kantor berita Reuters, Rabu (5/8/2026y), orang-orang yang mengetahui pemberitahuan tersebut mengatakan bahwa pemberitahuan itu telah dikirim ke beberapa komite kongres AS akhir pekan lalu. Dalam pemberitahuan itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka berencana untuk menutup pos-pos diplomatiknya di St. George's, Grenada; Nagoya, Jepang; Medan, Indonesia; Douala, Kamerun; dan Winnipeg, Kanada. Orang-orang yang mengetahui hal tersebut berbicara dengan syarat anonim karena pemberitahuan tersebut tidak dipublikasikan.

Rencana penutupan ini, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, merupakan contoh langka dari AS yang menutup beberapa misi diplomatik asing dalam pengurangan yang tidak terkait dengan peristiwa geopolitik tertentu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melakukan efisiensi dan mengurangi ukuran birokrasi pemerintah AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal tahun lalu, selama bulan-bulan pertama pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri AS mulai mempersiapkan penutupan hampir selusin misi diplomatik asing, seperti yang dilaporkan Reuters dan media lain pada saat itu. Ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas oleh presiden Republikan tersebut untuk mengubah birokrasi AS, agar sepenuhnya selaras dengan agenda "America First"-nya.

Dimintai komentar pada hari Minggu lalu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang tidak mengkonfirmasi penutupan tersebut. Namun, disebutkan bahwa mereka fokus untuk memastikan bahwa kehadiran diplomatik negara itu efisien dan efektif. Departemen tersebut menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk mengikuti prosedur pemberitahuan kongres.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut langkah-langkah pengurangan biaya merupakan hal yang diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi, yang oleh banyak konservatif dianggap terlalu besar dan terlalu birokratis.

Misi diplomatik AS di St. George's, Grenada, adalah sebuah kedutaan besar. Adapun misi AS d Medan, Winnipeg, dan Nagoya adalah konsulat, sedangkan pos di Douala adalah "kantor cabang kedutaan besar." Konsulat dan kantor cabang biasanya mewakili kepentingan AS di wilayah di luar ibu kota negara asing.

Sebelumnya, selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, pemerintah AS membuka beberapa misi diplomatik asing, semuanya di wilayah Pasifik, di mana AS bersaing dengan China untuk mendapatkan pengaruh.
Meskipun China tidak memiliki misi diplomatik asing yang berfungsi di Douala atau Winnipeg, mereka memiliki kehadiran diplomatik di St. George's, Nagoya, dan Medan.

Tonton juga video "Wabah Cyclosporiasis Serang AS, Perubahan Kebijakan Kesehatan Disorot"

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait