×
Ad

Perdebatan soal Israel-AS Terlibat Krisis Imigrasi Ceuta Mencuat di Spanyol

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 02 Agu 2026 11:06 WIB
Sejumlah migran asal Maroko menembus perbatasan Spanyol (Foto: REUTERS/Fabian Bimmer)
Madrid -

Ketegangan diplomatik akibat ribuan migran ilegal dari Maroko menyerbu wilayah kantong Spanyol, Ceuta, semakin menjadi-jadi. Politikus Spanyol menuding ada keterlibatan Amerika Serikat dan Israel di balik masalah itu.

Dilansir Anadolu Agency dan The Times of Israel, Minggu (2/8/2026), tudingan itu mencuat usai Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, dan Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, saling melontarkan sindiran terkait masalah migrasi ilegal di Ceuta. Hubungan Spanyol dan Israel memang sedang panas terkait masalah Gaza, Palestina.

Danon menuduh Spanyol telah berulang kali mengkritik Israel. Dia menyebut Spanyol kini mendeklarasikan keadaan darurat di Ceuta terkait krisis migrasi.

"Spanyol, yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menggurui Israel, telah mendeklarasikan keadaan darurat di Ceuta menyusul krisis terkait kebijakan imigrasinya," tulis Danon di X.

"Mungkin sebelum terus menggurui kita, sudah saatnya mereka menjelaskan kepada dunia mengapa mereka masih mempertahankan kantong-kantong kolonial di Afrika," tambahnya, merujuk pada wilayah Spanyol Ceuta dan Melilla di pantai Mediterania Maroko.

Puente menanggapi tulisan Danon di X dengan menulis 'Yah, semuanya tampaknya menjadi cukup jelas'.

Meskipun menteri tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut, pernyataannya secara luas ditafsirkan sebagai tanggapan terhadap kritik Danon dan muncul di tengah meningkatnya perdebatan politik di Spanyol tentang krisis migrasi dan peran Israel dalam politik regional. Mantan anggota parlemen Madrid yang kini Pengamat Politik di Spanyol, Carolina Alonso, menuduh Israel berusaha untuk melemahkan pemerintah Spanyol sebagai pembalasan atas sikap Madrid terhadap perang di Gaza.

Alonso juga membagikan unggahan tentang seruan beberapa politisi Italia untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol dari wilayah Schengen. Alonso mengklaim upaya tersebut dilakukan 'melalui Maroko, dengan dukungan Israel' serta sayap kanan Spanyol dan Eropa.




(haf/knv)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork