Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Serangan itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran.
Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (30/7/2026):
- Iran Kutuk Keras Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak.
Teheran mengatakan serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Baghdad dan upaya yang disengaja oleh Washington dan Israel untuk memperluas perang regional.
"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," ujar kementerian dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (29/7) waktu setempat, seperti dilansir media Iran, Press TV, Kamis (30/7/2026).
- Trump-Netanyahu Bahas Semua Opsi soal Iran, Termasuk Serangan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan di Gedung Putih. Keduanya membahas semua kemungkinan cara untuk mengendalikan program nuklir Iran, termasuk diplomasi, tekanan ekonomi, dan kekuatan militer.
Dalam pertemuan itu, Netanyahu tidak mengatakan kepada Trump bahwa Israel sekarang lebih memilih serangan lebih lanjut terhadap Iran. Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Israel dalam briefing kepada wartawan setelah kedua pemimpin bertemu di Gedung Putih pada hari Selasa waktu setempat.
"Pada akhirnya, itu adalah keputusannya," kata pejabat itu mengacu pada Trump, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/7/2026).
- Yordania Tembak Jatuh 5 Rudal Iran Usai Serangan Besar-besaran AS
Pertahanan udara Yordania kembali menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (30/7) pagi waktu setempat. Ini terjadi beberapa jam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan "gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran". Serangan itu sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran sebelumnya terhadap pangkalan AS di Yordania.
(ita/ita)