Trump-Netanyahu Bahas Semua Opsi soal Iran, Termasuk Serangan

Trump-Netanyahu Bahas Semua Opsi soal Iran, Termasuk Serangan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jul 2026 10:17 WIB
Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan di Gedung Putih. Keduanya membahas semua kemungkinan cara untuk mengendalikan program nuklir Iran, termasuk diplomasi, tekanan ekonomi, dan kekuatan militer.

Dalam pertemuan itu, Netanyahu tidak mengatakan kepada Trump bahwa Israel sekarang lebih memilih serangan lebih lanjut terhadap Iran. Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Israel dalam briefing kepada wartawan setelah kedua pemimpin bertemu di Gedung Putih pada hari Selasa waktu setempat.

"Pada akhirnya, itu adalah keputusannya," kata pejabat itu mengacu pada Trump, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat yang tak ingin disebut namanya itu mengatakan bahwa Trump memiliki tiga opsi dan semuanya dibahas secara panjang lebar. Ketiga opsi tersebut adalah "kesepakatan (yang dinegosiasikan), melanjutkan blokade dan tekanan ekonomi, dan serangan besar-besaran." Netanyahu juga menambahkan ide-ide baru yang tidak disebutkan secara spesifik ke dalam pembahasan, ujar pejabat itu.

Pejabat Israel tersebut mengakui bahwa Trump adalah "mitra senior" sementara Netanyahu adalah "mitra junior" dalam konflik dengan Iran.

Pejabat tersebut mengatakan ada tanda-tanda bahwa penguasa Iran telah terguncang oleh inflasi yang meningkat dan frustrasi publik, tetapi dampak pada ekonomi global dan pasar minyak juga menjadi pertimbangan.

Harga minyak global melonjak pada hari Rabu (29/7) dalam salah satu lonjakan paling tajam sejak perang dimulai pada 28 Februari, dengan kampanye pengeboman udara gabungan Israel-AS di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk.

Israel tidak ikut serta dalam kampanye pengeboman AS selama dua minggu terakhir bulan ini, yang memprovokasi Teheran untuk menggempur pangkalan militer AS sebagai balasan. Namun, Israel telah memperingatkan Teheran bahwa mereka akan membalas dengan keras jika diserang.

Simak juga Video: Netanyahu Bilang Pertemuan dengan Trump Berjalan Sangat Baik, Bahas Apa?

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait