5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jul 2026 17:09 WIB
Serangan udara Amerika Serikat di Iran (Foto: U.S. CENTRAL COMMAND via REUTERS/U.S. CENTRAL COMMAND)
Serangan udara Amerika Serikat di Iran (Foto: U.S. CENTRAL COMMAND via REUTERS/U.S. CENTRAL COMMAND)
Jakarta -

Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Serangan itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran.

Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (30/7/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Iran Kutuk Keras Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak.

Teheran mengatakan serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Baghdad dan upaya yang disengaja oleh Washington dan Israel untuk memperluas perang regional.

"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," ujar kementerian dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (29/7) waktu setempat, seperti dilansir media Iran, Press TV, Kamis (30/7/2026).

- Trump-Netanyahu Bahas Semua Opsi soal Iran, Termasuk Serangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan di Gedung Putih. Keduanya membahas semua kemungkinan cara untuk mengendalikan program nuklir Iran, termasuk diplomasi, tekanan ekonomi, dan kekuatan militer.

Dalam pertemuan itu, Netanyahu tidak mengatakan kepada Trump bahwa Israel sekarang lebih memilih serangan lebih lanjut terhadap Iran. Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Israel dalam briefing kepada wartawan setelah kedua pemimpin bertemu di Gedung Putih pada hari Selasa waktu setempat.

"Pada akhirnya, itu adalah keputusannya," kata pejabat itu mengacu pada Trump, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/7/2026).

- Yordania Tembak Jatuh 5 Rudal Iran Usai Serangan Besar-besaran AS

Pertahanan udara Yordania kembali menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (30/7) pagi waktu setempat. Ini terjadi beberapa jam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan "gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran". Serangan itu sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran sebelumnya terhadap pangkalan AS di Yordania.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari pencegatan rudal oleh Yordania itu, kata juru bicara angkatan bersenjata negara tersebut, seperti dikutip oleh kantor berita Yordania, Petra, dilansir Al Arabiya, Kamis (30/7/2026).

Sebelumnya, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial, bahwa selama lebih dari dua jam AS telah menyerang "puluhan" target milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), termasuk pusat komando militer serta fasilitas rudal dan drone, dan situs pengawasan dan pertahanan pantai.

- Sengit, Menlu Selandia Baru Ribut dengan Dubes China

Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru, Winston Peters, menuai kemarahan Duta Besar (Dubes) China untuk Selandia Baru. Pasalnya, dia mengatakan kepada seorang anggota parlemen Selandia Baru keturunan China untuk "kembali ke negara Anda sendiri".

Permasalahan itu bermula saat debat tentang respons pemerintah Selandia Baru terhadap pandemi COVID-19 pada hari Rabu (29/7) waktu setempat. Dalam debat itu, Peters ditanya oleh anggota Partai Hijau kelahiran China, Lawrence Xu-Nan: "Apakah Anda sudah divaksinasi?"

Ditanyai demikian, Peters kesal. Dia mengatakan bahwa anggota parlemen tersebut, yang lahir di kota Tianjin, China tetapi dibesarkan di Auckland, Selandia Baru, "baru datang ke sini lima menit yang lalu".

- Serangan Terbaru AS Hantam Puluhan Target di Iran, Berlangsung 2 Jam

Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Serangan itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran.

Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Serangan AS tersebut menewaskan tiga orang sekeluarga, termasuk seorang anak berusia dua tahun, di pulau Qeshm, Iran, lapor kantor berita Iran, Fars, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

Simak juga Video 'Kata-kata Manis Trump Agar Inggris Buka Ladang Minyak Laut Utara':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait