Sengit, Menlu Selandia Baru Ribut dengan Dubes China

Sengit, Menlu Selandia Baru Ribut dengan Dubes China

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jul 2026 13:45 WIB
Menlu Selandia Baru Winston Peters (Foto: Dok. AFP)
Menlu Selandia Baru Winston Peters (Foto: Dok. AFP)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru, Winston Peters, menuai kemarahan Duta Besar (Dubes) China untuk Selandia Baru. Pasalnya, dia mengatakan kepada seorang anggota parlemen Selandia Baru keturunan China untuk "kembali ke negara Anda sendiri".

Permasalahan itu bermula saat debat tentang respons pemerintah Selandia Baru terhadap pandemi COVID-19 pada hari Rabu (29/7) waktu setempat. Dalam debat itu, Peters ditanya oleh anggota Partai Hijau kelahiran China, Lawrence Xu-Nan: "Apakah Anda sudah divaksinasi?"

Ditanyai demikian, Peters kesal. Dia mengatakan bahwa anggota parlemen tersebut, yang lahir di kota Tianjin, China tetapi dibesarkan di Auckland, Selandia Baru, "baru datang ke sini lima menit yang lalu".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kembali sana ke negara Anda. Di sanalah mereka berbohong seperti ikan pipih, tetapi mereka tidak berbohong seperti itu di sini," cetus Peters, dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

"Ini disebut demokrasi, tidak seperti yang Anda kenal. Kembali ke tempat asal Anda, dasar mulut besar," ujar Peters sengit.

Komentar tersebut memicu intervensi langka dari Dubes China untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong.

Dalam tulisan di media sosial X, Wang mengatakan bahwa meskipun ia lebih suka menjauh dari politik domestik, "cukuplah untuk mengatakan, terkadang, sebuah pernyataan lebih banyak mengungkapkan tentang orang yang mengucapkannya daripada apa pun atau siapa pun".

Namun, Peters kemudian membalas Wang, mengatakan bahwa komentar Dubes China tersebut telah "membuktikan poin saya".

"Kita hidup dalam demokrasi yang mencakup kebebasan berbicara dan hak-hak -- dua nilai yang tidak hanya dibatasi oleh negara-negara tertentu, tetapi juga dilakukan dengan paksa," tulis Peters di X.

"Jika itu menyinggung orang-orang yang terlalu sensitif dan para pendukung komunis yang menyebutnya 'berbahaya' -- selamat datang di Selandia Baru".

Ini bukan pertama kalinya Peters dan partainya -- yang dianggap sebagai penentu kekuasaan dalam sistem politik Selandia Baru yang terpecah -- menerima kritik atas komentar rasis.

Tahun lalu Peters dan wakilnya, Shane Jones juga menjadi sorotan setelah Jones meneriakkan "pulangkan orang-orang Meksiko" kepada anggota parlemen Francisco Hernandez, selama debat.

Peters kemudian menindaklanjuti komentar tersebut dengan mengatakan kepada Hernandez yang sebenarnya kelahiran Filipina, untuk "menunjukkan rasa terima kasih" karena berada di Selandia Baru.

Lihat juga Video: Protes RUU Kontroversial, Legislator Selandia Baru Tari Haka

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait