×
Ad

Panas Malaysia vs AS Usai Anwar Ibrahim Usir Warga Israel

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jul 2026 20:03 WIB
Foto: PM Malaysia Anwar Ibrahim (Reuters)
Jakarta -

Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Malaysia tiba-tiba memanas. Pangkal masalahnya berawal dari pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang akan mendeportasi warga Israel jika ditemukan tinggal di negaranya.

Wanti-wanti dari Anwar itu disampaikannya saat otoritas Malaysia sedang menyelidiki dugaan keterlibatan seorang warga negara Israel dalam operasional sebuah komunitas hunian swasta di negara bagian Johor.

Anwar mengatakan bahwa lembaga-lembaga terkait sedang menyelidiki dugaan tersebut. Dia menegaskan pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi jika dugaan itu terbukti benar.

"Jika ditemukan adanya pelanggaran, tindakan tegas harus diambil," kata Anwar dilansir The Star dan Anadolu Agency, Jumat (24/7/2026).

Anwar menegaskan Malaysia tidak akan mengakui keberadaan Israel. Keputusan itu menjadi dasarnya dalam memerintahkan pengusiran warga Israel di Malaysia.

"Jika kita menemukan warga negara Israel, kita akan segera mendeportasi mereka karena Malaysia tidak mengakui Israel," tegas Anwar dalam pernyataannya.

Pemegang paspor Israel pada umumnya dilarang memasuki Malaysia tanpa izin khusus, karena negara tersebut tidak mengakui Israel.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia memulai menyelidiki setelah pemerintah negara bagian Johor meminta dilakukannya penyelidikan tingkat federal terkait dugaan yang melibatkan Network School.

Secara terpisah, Departemen imigrasi Malaysia pada Rabu (15/7) melaporkan bahwa sebanyak 266 warga negara asing yang diperiksa di sebuah komunitas internasional di Forest City terbukti memiliki dokumen imigrasi yang sah.

AS Panggil Dubes Malaysia

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, untuk meminta penjelasan atas sikap Kuala Lumpur terkait Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Mohamad Hasan, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Jumat (24/7/2026), mengatakan bahwa Dubes Shahrul Ikram telah menyampaikan kepada Departemen Luar Negeri AS jika kebijakan Malaysia sejak lama untuk tidak mengakui Israel bukanlah hal baru.




(ygs/lir)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork