Prancis Kirim Bantuan Militer ke Saudi: Sifatnya Defensif

Prancis Kirim Bantuan Militer ke Saudi: Sifatnya Defensif

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 28 Sep 2026 00:36 WIB
Frances Minister for Europe and Foreign Affairs Jean-Noel Barrot talks to the press as he arrives for an informal meeting of NATO foreign ministers in Antalya, Turkey, on May 15, 2025. (File photo: AFP)
Jean-Noel Barrot (Foto: dok. AFP)
Paris -

Prancis akan mengirim bantuan militer ke Arab Saudi untuk menghadapi serangan dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran bersifat. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan bantuan itu hanya bersifat defensif.

Dilansir AFP, Minggu (27/9/2026), pernyataan itu disampaikan Barrot di jaringan televisi pemerintah France 2, menyusul pengumuman Presiden Emmanuel Macron pada hari Kamis tentang pengiriman pasukan, unit radar, dan sistem pertahanan Prancis ke Arab Saudi.

Arab Saudi berulang kali mengalami serangan rudal dan drone dari Houthi. Perang Yaman kembali terjadi pada bulan Juli setelah gencatan senjata selama bertahun-tahun, menambah front lain dalam perang Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan tersebut menargetkan instalasi minyak Saudi dan terminal minyak utama Yanbu. Arab Saudi secara militer mendukung pasukan pemerintah Yaman melawan Houthi.

ADVERTISEMENT

Kelompok Houthi berusaha menerapkan blokade terhadap ekspor energi Saudi, yang dialihkan ke Laut Merah setelah serangan Iran di Selat Hormuz yang menghambat transit di Teluk.

Ketika ditanya apakah bantuan Perancis berarti bahwa Paris telah menjadi mitra dalam perang Arab Saudi melawan Houthi, Barrot mengatakan bantuan hanya bersifat untuk pertahanan.

"Sama sekali tidak (ikut peranga). Ini hanya bersifat defensif," kata Barrot.

"Sejak dimulainya perang (AS-Israel) melawan Iran, kami telah mengerahkan aset militer untuk melindungi sekutu kami, mitra kami," kata dia.

"Apakah itu berarti suatu saat kita dapat dianggap sebagai pihak yang berperang? Tidak pernah," lanjutnya.

Barrot mengatakan skala pengerahan Perancis ke Arab Saudi akan bergantung pada permintaan Riyadh, serta "kapasitas kami sendiri dan bagaimana situasi berkembang".

(lir/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini