×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 24 Jul 2026 17:33 WIB
Ilustrasi bendera Iran (Foto: AFP)
Jakarta -

Otoritas Iran mengatakan bahwa militer Amerika Serikat menggempur pangkalan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di provinsi Gilan, Iran utara.

"Pagi ini, markas besar pasukan angkatan laut IRGC di Zibakenar menjadi sasaran proyektil musuh Amerika, yang merusak beberapa peralatan di kompleks tersebut," kata Ali Bagheri, wakil gubernur provinsi Gilan, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (24/7/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (24/7/2026):

- Tiba-tiba, Trump Kaitkan Kesepakatan Nuklir Arab Saudi dengan Israel

Mengejutkan! Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba mengatakan bahwa kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi bergantung pada pengakuan kerajaan tersebut terhadap Israel. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan pada kesepakatan tersebut, hanya sehari setelah ditandatangani.

Syarat baru ini muncul meskipun pemerintah Saudi telah lama menolak bergabung dengan apa yang disebut Perjanjian Abraham dengan Israel.

Syarat itu tidak disebutkan dalam kesepakatan nuklir sipil yang diumumkan pada hari Rabu lalu, yang tampaknya merupakan kemenangan besar bagi Arab Saudi seiring Trump melancarkan perang terhadap Iran atas program nuklirnya.

- AS Panggil Dubes Malaysia Usai PM Anwar Usir Warga Israel

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, untuk meminta penjelasan atas sikap Kuala Lumpur terkait Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia, Mohamad Hasan, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Jumat (24/7/2026), mengatakan bahwa Dubes Shahrul Ikram telah menyampaikan kepada Departemen Luar Negeri AS jika kebijakan Malaysia sejak lama untuk tidak mengakui Israel bukanlah hal baru.

"Itu memang sudah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengakui negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah lama menjadi sikap kami," tegas Mohamad Hassan dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita resmi Malaysia, Bernama pada Kamis (23/7) malam.

- Trump Kaji Serangan Besar-besaran ke Iran, Melebihi Epic Fury!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang mengkaji untuk melancarkan serangan terbaru secara besar-besaran terhadap Iran. Skala operasi militer terbaru AS terhadap Iran ini disebut bisa melampaui serangan-serangan selama Operation Epic Fury yang dilancarkan awal tahun ini.




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork