Iran Bantah Keberadaan Situs Nuklir Rahasia di Gunung Pickaxe

Iran Bantah Keberadaan Situs Nuklir Rahasia di Gunung Pickaxe

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 15:14 WIB
Citra satelit menunjukkan terowongan pintu masuk di Gunung Pickaxe di Iran (dok. Vantor/Handout via Reuters)
Citra satelit menunjukkan terowongan pintu masuk di Gunung Pickaxe di Iran (dok. Vantor/Handout via Reuters)
Teheran -

Otoritas Iran membantah keberadaan kompleks nuklir rahasia di Gunung Pickaxe, atau Gunung Kolang. Teheran menegaskan bahwa tidak ada aktivitas nuklir yang berlangsung di area tersebut.

Bantahan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengebom Gunung Pickaxe, yang diyakini menjadi lokasi kompleks nuklir bawah tanah yang dirahasiakan. Lokasi tersebut diduga menjadi lokasi fasilitas pengayaan uranium dan sentrifugal nuklir Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (23/7/2026), menuduh AS secara sengaja menggunakan isu nuklir sebagai dalih untuk menghancurkan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fokus obsesif Washington terhadap Kolang Kouh (Gunung Pickaxe-red), di mana tidak ada aktivitas nuklir yang berlangsung, tidak lebih dari sekadar dalih yang direkayasa untuk agresi, penghancuran, dan sabotase," kata Baghaei dalam pernyataan via media sosial X.

Baghaei menegaskan bahwa "aktivitas nuklir Iran telah dilaporkan sepenuhnya" kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lebih lanjut, Baghaei menyebut serangan dan ancaman berulang kali dari AS terhadap fasilitas nuklir Iran telah melanggar Piagam PBB, hukum internasional, serta resolusi-resolusi terkait dari Dewan Gubernur IAEA dan Dewan Keamanan PBB.

Menurut Baghaei, hal tersebut telah "mengungkapkan permusuhan mendalam Amerika Serikat terhadap kemajuan sains dan pengembangan teknologi Iran".

"Rakyat Iran berdiri teguh dan bersatu, siap menghadapi dengan kekuatan penuh segala bentuk tindakan permusuhan AS ataupun pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negara mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran tersebut.

Trump Ancam Bombardir Gunung Pickaxe

Trump sebelumnya mengancam akan membombardir Gunung Pickaxe di Iran, yang diyakini menjadi lokasi kompleks nuklir bawah tanah yang dirahasiakan. Hal ini setelah laporan terbaru Israel menyebutkan bahwa Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke lokasi tersebut pada musim gugur lalu.

Gunung Pickaxe merupakan situs nuklir yang terletak jauh di bawah tanah, di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz. Intelijen Barat mencurigai Gunung Pickaxe menjadi lokasi Iran membangun fasilitas pengayaan uranium yang tidak dideklarasikan.

"Kita akan menghantam area tersebut dalam waktu dekat, dan dengan sangat dahsyat," kata Trump, ketika ditanya wartawan soal apakah Iran telah memindahkan sentrifugal nuklir mereka ke area Gunung Pickaxe.

"Mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," ucap Presiden AS tersebut kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7) waktu setempat.

"Biasanya, saya tidak mengatakan hal tersebut," imbuhnya. "Jika saya pikir mereka bisa berbuat sesuatu soal itu, saya tidak akan pernah mengatakannya, tetapi kita akan menghantam area tersebut dalam waktu dekat, dan dengan sangat dahsyat," ujar Trump.

Hingga saat ini, Trump belum merealisasikan ancamannya tersebut.

Tonton juga video "Lamine Yamal Muncul di Drone Iran, Kok Bisa?"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait