Trump Ancam Bombardir Gunung Pickaxe di Iran, Apa Pentingnya?

Trump Ancam Bombardir Gunung Pickaxe di Iran, Apa Pentingnya?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Jul 2026 13:43 WIB
Citra satelit menunjukkan terowongan pintu masuk di Gunung Pickaxe di Iran (Vantor/Handout via Reuters)
Citra satelit menunjukkan terowongan pintu masuk di Gunung Pickaxe di Iran (Vantor/Handout via Reuters)
Teheran -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membombardir Gunung Pickaxe di Iran, yang diyakini menjadi lokasi kompleks nuklir bawah tanah yang dirahasiakan. Lokasi tersebut diduga menjadi lokasi fasilitas pengayaan uranium dan sentrifugal nuklir Teheran.

Gunung Pickaxe, seperti dilansir AFP dan Al Jazeera, Rabu (22/7/2026), merupakan situs nuklir yang terletak jauh di bawah tanah, di dekat kompleks nuklir Natanz, yang oleh intelijen Barat dicurigai menjadi lokasi Iran membangun fasilitas pengayaan uranium yang tidak dideklarasikan.

"Kita akan menghantam area tersebut dalam waktu dekat, dan dengan sangat dahsyat," kata Trump, ketika ditanya wartawan soal apakah Iran telah memindahkan sentrifugal nuklir mereka ke area Gunung Pickaxe.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," ucap Presiden AS tersebut kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7) waktu setempat.

"Biasanya, saya tidak mengatakan hal tersebut," imbuhnya. "Jika saya pikir mereka bisa berbuat sesuatu soal itu, saya tidak akan pernah mengatakannya, tetapi kita akan menghantam area tersebut dalam waktu dekat, dan dengan sangat dahsyat," ujar Trump.

Trump mengatakan dirinya meyakini bahwa Iran mungkin telah memindahkan sentrifugal nuklir ke lokasi tersebut, meskipun dia juga mengakui jika Washington belum memiliki konfirmasi mengenai hal itu.

"Menurut saya mungkin saja mereka sudah melakukannya. Kami tidak memiliki catatannya," kata Presiden AS tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency.

Laporan terbaru Israel menyebut Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke dalam terowongan jauh di dalam Gunung Pickaxe pada musim gugur lalu.

Ini merupakan kedua kalinya Trump menyinggung soal Gunung Pickaxe di Iran dalam sepekan terakhir. Dalam wawancara dengan The Hugh Hewitt Show pekan lalu, Trump secara terang-terangan mengatakan "akan menaklukkan Gunung Pickaxe".

"Beri tahu pihak Iran agar bersiap," ucapnya pada saat itu.

Apa Itu Gunung Pickaxe? Benarkah Situs Nuklir Rahasia?

Gunung Pickaxe, menurut Al Jazeera, merupakan situs yang terletak di sebelah selatan Teheran, ibu kota Iran, dengan pengamanan yang sangat ketat. Situs tersebut mencakup dua kompleks terowongan yang dibangun jauh di bawah tanah, sehingga diyakini sulit untuk dihancurkan sepenuhnya.

Laporan Anadolu Agency menyebutkan bahwa lokasi ini berada di area Pegunungan Zagros, yang berjarak 1,5 kilometer di sebelah selatan kompleks pengayaan nuklir Natanz, Provinsi Isfahan. Nama resminya adalah fasilitas Shahid Alimohammadi, meskipun secara umum lebih dikenal sebagai Gunung Pickaxe, yang merupakan terjemahan dari nama Persia-nya, "Kuh-e Kolang Gaz La".

Gunung Pickaxe memiliki ketinggian 1.608 meter di atas permukaan laut. Kompleks di area ini mencakup area lereng seluas sekitar satu kilometer persegi, dengan Iran membangun pagar pengaman sepanjang beberapa kilometer yang mengelilingi gunung tersebut dan terhubung dengan pagar perimeter kompleks Natanz.

Laporan intelijen AS menyebutkan bahwa fasilitas di Gunung Pickaxe dibangun sangat jauh di dalam gunung, di bawah lapisan batuan granit padat setebal ratusan meter, untuk melindunginya dari bom dengan daya ledak sangat besar yang dirancang khusus untuk menembus bungker.

Analisis citra satelit terbaru menunjukkan bahwa kompleks tersebut digali hingga lebih dari 100 meter di bawah lapisan batuan dasar.

Menurut situs web Al-Monitor yang berbasis di AS, badan-badan intelijen menduga Teheran berupaya membangun fasilitas pengayaan uranium rahasia yang tidak dideklarasikan di area tersebut. Fasilitas pengayaan rahasia itu diperkirakan akan berfungsi sebagai "langkah pengamanan strategis" bagi program nuklir Iran.

Namun, sejak pembangunan situs tersebut dimulai pada tahun 2020, Teheran bersikeras mengatakan bahwa fasilitas tersebut semata-mata ditujukan untuk perakitan dan manufaktur sentrifugal canggih, menggantikan fasilitas di permukaan tanah yang telah hancur.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi telah mengatakan bahwa Teheran tidak memiliki situs pengayaan uranium yang tidak dideklarasikan, dan bahwa semua fasilitasnya dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan badan pengawas nuklir PBB.

Lihat Video 'Trump Minta Buka Lagi Penerbangan Langsung AS-Lebanon Usai 40 Tahun DIsetop':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait