Kantor KPU Korsel Digeledah terkait Dugaan Pemalsuan Partisipasi Pemilih

Kantor KPU Korsel Digeledah terkait Dugaan Pemalsuan Partisipasi Pemilih

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 10:59 WIB
Penyidik Korsel menggeledah kantor pusat Komisi Pemilu Nasional pada Kamis (23/7) waktu setempat (YONHAP/AFP)
Penyidik Korsel menggeledah kantor pusat Komisi Pemilu Nasional pada Kamis (23/7) waktu setempat (YONHAP/AFP)
Seoul -

Para penyidik Korea Selatan (Korsel) menggeledah kantor pusat komisi pemilihan umum (pemilu) pada Kamis (23/7) waktu setempat. Penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan pemalsuan angka partisipasi pemilih dalam pemilu daerah pada Juni lalu.

Penggeledahan ini, seperti dilansir AFP, Kamis (23/7/2026), berkaitan dengan pemilu daerah yang digelar serentak secara nasional di Korsel pada 3 Juni lalu. Itu menjadi pemilu daerah pertama yang digelar sejak Presiden Lee Jae Myung menjabat tahun lalu.

Ketika pemilu daerah itu digelar, puluhan tempat pemungutan suara (TPS) melaporkan kekurangan surat suara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontroversi tersebut mendorong pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum Nasional Korsel (NEC) Roh Tae Ak, dan memicu unjuk rasa yang menuntut pemilu ulang.

Juru bicara tim penyidik Korsel mengatakan kepada AFP bahwa sejumlah kantor NEC digeledah oleh tim khusus yang terdiri atas polisi dan jaksa pada Kamis (23/7).

Penggeledahan ini, menurut juru bicara tersebut, dilakukan setelah tim penyidik menemukan indikasi bahwa pejabat komisi pemilu nasional dan daerah memalsukan angka partisipasi pemilih.

"Kami menemukan indikasi bahwa para pejabat dari Komisi Pemilu Nasional dan Komisi Pemilu Provinsi Gyeonggi memasukkan angka partisipasi pemilih yang tidak benar selama pemilu daerah, dan kami juga sedang melakukan penggeledahan dan penyitaan terkait pihak-pihak yang terlibat," kata juru bicara tersebut.

Sejauh ini belum ada penetapan atau penangkapan tersangka terkait dugaan pemalsuan angka partisipasi pemilih tersebut.

Lihat juga Video: Anggota DPRD Maros Diperiksa Bawaslu soal Dugaan Hina Pemilih Kotak Kosong

(nvc/idh)


Berita Terkait