Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa Angkatan Udaranya telah menargetkan infrastruktur data utama milik perusahaan terkemuka Amerika Serikat, Amazon, di wilayah Bahrain dengan sejumlah rudal jelajah.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilaporkan kantor berita Tasnim News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/7/2026), mengklaim bahwa infrastruktur Amazon tersebut telah hancur akibat serangan mereka.
Klaim IRGC itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Sejauh ini, belum ada tanggapan langsung dari otoritas Bahrain, AS maupun pihak Amazon terhadap klaim Iran tersebut.
Beberapa waktu terakhir, AS semakin meningkatkan terhadap terhadap target-target Iran, terutama menyusul serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang diyakini didalangi oleh Teheran. Iran membalas dengan menargetkan fasilitas dan pangkalan militer AS yang ada di negara-negara Teluk.
Pertempuran kembali berkobar meskipun kedua negara telah menyepakati dan menandatangani nota kesepahaman (MoU), yang dimediasi Pakistan, untuk mengakhiri perang dan mewujudkan kesepakatan damai yang langgeng.
IRGC dalam peringatan untuk Washington baru-baru ini, menegaskan jika AS terus menargetkan jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, maka mereka akan menyerang "aset-aset terpenting di bidang industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan milik perusahaan-perusahaan yang memiliki pemegang saham asal Amerika" di berbagai negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di Timur Tengah.
"Semua negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang," tegas IRGC.
(nvc/ita)