×
Ad

Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jul 2026 20:36 WIB
Drone Iran. (Sergei Supinsky/AFP)
Jakarta -

Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin meruncing. Militer Iran saat ini telah menargetkan aset militer AS di Timur Tengah dengan drone canggih.

Militer Iran menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dengan drone bunuh diri. Serangan drone ini dilakukan pada hari Kamis (16/7) setelah Amerika Serikat melakukan gelombang serangan terbaru terhadap Iran.

"Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa... sebagai tanggapan terhadap agresi musuh, mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri (kamikaze)," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026).

Tidak ada keterangan mengenai kerusakan maupun ada tidaknya korban yang ditimbulkan dari serangan drone bunuh diri Iran itu.

Gelombang Serangan Terbaru AS di Iran

Pada Rabu (15/7) malam waktu setempat, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa militer AS telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran pada pukul 9 malam waktu Washington (0100 GMT Kamis).

Pernyataan yang diposting di media sosial X itu menyebutkan bahwa militer AS menyerang target di beberapa lokasi, termasuk di Bandar Abbas, tempat pelabuhan terbesar Iran dan fasilitas utama angkatan laut dan Garda Revolusi di Selat Hormuz.

"Pasukan Amerika menyerang situs pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Tunb Raya selama gelombang serangan 90 menit," tambah militer AS tersebut.

AS Ancam Bombardir Fasilitas Infrastruktur Sekutu AS di Regional

Militer Iran mengancam akan menyerang habis-habisan semua infrastruktur di kawasan Timur Tengah jika infrastrukturnya diserang. Ancaman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran minggu depan, dengan menargetkan infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

"Jika ancaman kosong baru-baru ini oleh presiden AS agar militer Amerika menyerang infrastruktur Republik Islam benar-benar dilaksanakan, maka semua yang, karena pengendalian diri Iran, selama ini tetap utuh -- yakni, semua infrastruktur di seluruh wilayah -- akan hancur di bawah serangan keras angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat, sedemikian rupa sehingga tidak akan ada jejaknya yang tersisa, seolah-olah tidak pernah ada," kata juru bicara Markas Besar Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, dilansir media Iran, Press TV, Kamis (16/7/2026).




(ygs/rfs)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork