5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 16 Jul 2026 16:43 WIB
Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Inggris untuk Teheran guna memprotes larangan terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Teheran bersumpah bahwa langkah tersebut "tidak akan dibiarkan begitu saja".

"Menyusul tindakan tidak beralasan pemerintah Inggris dalam memasukkan nama Korps Garda Revolusi Islam di bawah 'Undang-Undang Pencegahan Ancaman Negara', Hugo Shorter, duta besar Inggris untuk Teheran, dipanggil hari ini, Rabu... di Kementerian Luar Negeri," kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, dilansir AFP, Kamis (16/7/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (16/7/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Pakai Drone Bunuh Diri, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Yordania

Makin panas! Militer Iran menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dengan drone bunuh diri. Serangan drone ini dilakukan pada hari Kamis (16/7) setelah Amerika Serikat melakukan gelombang serangan terbaru terhadap Iran.

"Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa... sebagai tanggapan terhadap agresi musuh, mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri (kamikaze)," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026).

- Iran Pasang Billboard 'Trump dalam Peti Mati' di Teheran

Iran telah memasang billboard atau papan reklame di ibu kota Iran, Teheran yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbaring di dalam peti mati. Papan reklame raksasa itu dipasang di sudut Lapangan Enghelab di Teheran.

Dilansir media New York Times, Kamis (16/7/2026), mereka yang melewati papan reklame raksasa di kawasan tersebut sebenarnya sudah terbiasa melihat simbol-simbol politik dan terkadang wajah para pemimpin politik. Namun, kali ini sosok yang muncul di sana adalah Trump, dengan tubuhnya mengintip dari peti mati hitam yang terbuka.

Mata dan mulut sosok itu tertutup dan rambutnya acak-acakan. Terlihat juga tangan yang bertumpu pada dasi merah di atas perut yang menonjol, sementara di ujung peti mati, kaki mengarah lurus ke atas.

- Tegang! Pesawat AS Tembaki Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade

Sebuah pesawat militer Amerika Serikat menembaki dan melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak ketika kapal tersebut mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran. Dalam insiden yang terjadi pada hari Rabu (15/7) waktu setempat itu, kapal tersebut tidak membawa muatan, kata militer AS.

"Pesawat tersebut melumpuhkan kapal setelah menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal. Kapal tersebut tidak lagi transit ke Iran," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026). Militer AS mengidentifikasi kapal tanker tersebut sebagai M/T Belma yang berbendera CuraΓ§ao.

Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat secara paksa menghentikan sebuah kapal sejak memberlakukan kembali blokade pelabuhan pada pukul 20.00 GMT pada hari Selasa lalu.

- Timur Tengah Mendidih, Arab Saudi Akan Beli Senjata AS Rp 33 T

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui penjualan senjata senilai US$1,96 miliar (sekitar Rp 33,5 triliun) untuk memperkuat pertahanan udara Arab Saudi. Hal ini disampaikan pada hari Rabu (15/7) waktu setempat, seiring memanasnya perang di Timur Tengah.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan Sekutu utama non-NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Kawasan Teluk," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah rilis, dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026).

Di antara senjata yang diinginkan Saudi tersebut adalah hingga 20.000 Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih (Advanced Precision Kill Weapon Systems) dan hulu ledaknya, yang oleh situs web Angkatan Laut AS digambarkan sebagai "cara yang murah untuk menghancurkan target sambil membatasi kerusakan tambahan dalam pertempuran jarak dekat."

- Inggris Larang Garda Revolusi, Iran Marah dan Ancam Pembalasan!

Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Inggris untuk Teheran guna memprotes larangan terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Teheran bersumpah bahwa langkah tersebut "tidak akan dibiarkan begitu saja".

"Menyusul tindakan tidak beralasan pemerintah Inggris dalam memasukkan nama Korps Garda Revolusi Islam di bawah 'Undang-Undang Pencegahan Ancaman Negara', Hugo Shorter, duta besar Inggris untuk Teheran, dipanggil hari ini, Rabu... di Kementerian Luar Negeri," kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, dilansir AFP, Kamis (16/7/2026).

Ditambahkan bahwa langkah tersebut akan "dibalas dengan respons timbal balik dan tegas dari Iran".

Simak juga Video 'Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Tak Senang Tindakan AS':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait