Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Inggris untuk Teheran guna memprotes larangan terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Teheran bersumpah bahwa langkah tersebut "tidak akan dibiarkan begitu saja".
"Menyusul tindakan tidak beralasan pemerintah Inggris dalam memasukkan nama Korps Garda Revolusi Islam di bawah 'Undang-Undang Pencegahan Ancaman Negara', Hugo Shorter, duta besar Inggris untuk Teheran, dipanggil hari ini, Rabu... di Kementerian Luar Negeri," kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, dilansir AFP, Kamis (16/7/2026).
Ditambahkan bahwa langkah tersebut akan "dibalas dengan respons timbal balik dan tegas dari Iran".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pemerintah Inggris pada hari Senin lalu mengumumkan rencana untuk melarang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, bersama dengan sebuah kelompok terkait Iran yang dituduh melakukan serangkaian serangan terhadap komunitas Yahudi.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada hari Senin lalu, bahwa "siapa pun yang terbukti mendukung atau membantu kelompok-kelompok ini sekarang akan menghadapi hukuman hingga 14 tahun penjara".
Rancangan undang-undang soal larangan tersebut akan diajukan ke parlemen minggu ini.
Kelompok-kelompok yang dilarang juga akan mencakup proksi dan relawan dari badan intelijen militer Rusia, GRU, dan Gerakan Islam Sahabat Kanan, sebuah kelompok yang terkait dengan Iran, yang telah mengklaim serangan terhadap properti Yahudi di London, ibu kota Inggris.
Undang-undang baru ini akan memberi pemerintah Inggris kekuasaan "seperti pelarangan" untuk menetapkan proksi-proksi negara asing yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Inggris.
"Langkah ini akan meningkatkan kemampuan pemerintah untuk melawan ancaman negara yang terkait dengan kekuatan asing termasuk spionase, campur tangan asing dalam demokrasi kita, sabotase, dan serangan fisik," kata Kementerian Dalam Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan.
Pengumuman ini disampaikan setelah beberapa serangan anti-Semit terjadi di London awal tahun ini, termasuk serangkaian serangan pembakaran terhadap sinagoge, ambulans komunitas, dan situs-situs Yahudi lainnya.
Simak juga Video Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Tak Senang Tindakan AS










































