Rentetan serangan terbaru Amerika Serikat (AS) menghantam kota pelabuhan Bushehr di Iran bagian selatan, yang merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sipil di negara tersebut.
Serangan terhadap kota tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (15/7/2026), dilaporkan oleh Gubernur Bushehr Mohammad Mozafari saat berbicara kepada kantor berita IRNA pada Rabu (15/7) waktu setempat.
"Musuh Amerika menyerang tiga lokasi di Bushehr hari ini," kata Mozafari kepada IRNA.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah serangan AS sebelumnya juga menghantam kota yang sama, di tengah meningkatnya konfrontasi militer antara Teheran dan Washington.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA pada Selasa (14/7) waktu setempat, Wakil Gubernur Provinsi setempat, Ehsan Jahanian, mengatakan bahwa "empat titik di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh pada siang hari". Jahanian menuding AS sebagai dalang serangan tersebut.
Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat serangan AS yang menghantam kota Bushehr tersebut.
Pusat Komando AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Anadolu Agency, mengumumkan pada Selasa (14/7) malam bahwa pasukannya telah merampungkan rentetan serangan tambahan terhadap Iran.
CENTCOM menyebut serangannya yang berlangsung selama tujuh jam tersebut, telah menghantam "puluhan target militer" di dekat Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
(nvc/ita)