Tegang! Garda Revolusi Iran-Pasukan AS Baku Tembak di Selat Hormuz

Tegang! Garda Revolusi Iran-Pasukan AS Baku Tembak di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 09:06 WIB
Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Teheran -

Media pemerintah Iran melaporkan pada Rabu (15/7) dini hari bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan pasukan militer Amerika Serikat (AS) terlibat baku tembak di Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pasokan energi global.

Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, dengan mengutip keterangan otoritas Provinsi Hormozgan, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (15/7/2026), melaporkan bahwa suara rentetan ledakan yang terdengar di Bandar Abbas, kota-kota pesisir, dan pulau-pulau Iran disebabkan oleh bentrokan di Selat Hormuz.

Secara terpisah, kantor berita Mehr News Agency juga melaporkan bahwa rentetan ledakan yang terdengar di sebelah timur Sirik terkait dengan baku tembak di perairan Teluk di dekat wilayah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada tanggapan langsung dari AS terhadap laporan baku tembak di Selat Hormuz.

Laporan-laporan media pemerintah Iran itu dirilis saat gelombang ledakan terbaru melanda sejumlah lokasi di wilayah Iran bagian selatan, seiring dengan meningkatnya konfrontasi militer antara Teheran dan Washington.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, baru saja mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangkaian serangan tambahan terhadap target-target Iran.

CENTCOM mengatakan bahwa rentetan serangan terbarunya itu bertujuan untuk "terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz".

Beberapa saat kemudian, CENTCOM mengumumkan bahwa pasukan militer AS telah kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintas dari dan menuju pelabuhan, serta wilayah pesisir Iran.

Disebutkan juga bahwa lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer sedang beroperasi di berbagai kawasan Timur Tengah. CENTCOM menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap "waspada, mematikan, dan siaga siaga".

Ketegangan antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedua negara saling melancarkan serangan, meskipun terdapat nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan dan bertujuan mengakhiri konflik.

Lihat juga Video: Para Anggota Parlemen Iran Menyerukan 'Matilah Amerika'

Halaman 2 dari 2
(nvc/zap)


Berita Terkait