Panas lagi! Militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa pasukannya telah merampungkan operasi terbaru menargetkan pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, dan kapal-kapal militer Iran sebagai balasan atas serangan terbaru Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Militer AS mengatakan, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Rabu (8/7/2026), pasukannya telah menghantam lebih dari 80 target terkait Iran, dalam operasi yang mereka sebut sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat".
Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukannya melancarkan serangan ofensif yang menargetkan sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) baik di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan via media sosial X, CENTCOM mengatakan bahwa serangan-serangan AS itu dilancarkan sebagai "respons langsung untuk serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz".
Lebih lanjut, CENTCOM menyebut serangannya sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat atas tindakan menargetkan dan menyerang kapal-kapal komersial yang diawali oleh warga sipil tidak berdosa di jalur pelayaran internasional".
Menurut CENTCOM, operasi terbaru ini bertujuan untuk melemahkan "kemampuan Iran untuk terus menyerang lalu lintas perdagangan internasional yang mengalir melalui koridor perdagangan internasional tersebut".
Iran dilaporkan menyerang tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, termasuk kapal milik Qatar dan Arab Saudi. Teheran belum membantah atau pun mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan-serangan tersebut.
"Agresi yang ditunjukkan Iran tersebut tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," tegas CENTCOM.
Laporan media pemerintah Iran menyebutkan adanya rentetan ledakan pada Rabu (8/7) dini hari di beberapa wilayah selatan negara Syiah tersebut.
"Pasukan CENTCOM tetap bersiaga dan siap untuk meminta pertanggungjawaban Iran apabila kesepakatan (gencatan senjata) tidak dipatuhi atau ditaati," imbuh CENTCOM dalam pernyataannya.
Lihat juga Video: Iran Ancam Serangan Balasan Seusai AS Gempur Selat Hormuz Lagi











































