Iran Murka Digempur AS Lagi di Selat Hormuz, Ancam Serangan Balasan

Iran Murka Digempur AS Lagi di Selat Hormuz, Ancam Serangan Balasan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 08 Jul 2026 06:16 WIB
Iranian flags flutter in Tehran. (Via Reuters)
Foto: Bendera Iran (dok. Reuters)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbaru terhadap Iran di Selat Hormuz. Pihak Iran menuding AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Dilansir AFP dan Aljazeera, Rabu (8/7/2026), Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan terbaru AS pada Selasa (7/7) itu merupakan bukti pelanggaran nota kesepahaman yang telah berulang kali dilakukan AS. Iran menegaskan akan mengambil langkah tegas dalam menyikapi serangan tersebut.

"Iran menyampaikan peringatan keras mengenai konsekuensi dari pelanggaran perjanjian yang dilakukan Amerika, dan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang diunggah ke Telegram oleh IRIB News.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Iran mengatakan AS telah melanggar Pasal 10 nota kesepahaman dengan membatalkan pengecualian sementara atas sanksi yang menargetkan penjualan minyak Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam langkah Departemen Keuangan AS dan menyebutnya sebagai "pelanggaran nyata" terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni itu.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan terbaru di Selat Hormuz menunjukkan "itikad buruk" dan membuktikan bahwa pemerintah AS tidak dapat dipercaya.

Untuk diketahui, AS baru saja mengumumkan serangan terbaru di wilayah Selat Hormuz. Serangan itu terjadi usai Iran mengirimkan rudal ke sejumlah kapal komersial yang melintas di selat tersebut.

"Serangan AS ini merupakan tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz dan bertujuan untuk memberikan konsekuensi berat atas tindakan menargetkan dan menyerang pelayaran komersial," bunyi pernyataan Komando Pusat AS dilansir AFP, Rabu (8/7/2026).

"Agresi yang ditunjukkan Iran tersebut tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata," tambahnya.

Serangan tersebut terjadi pada Selasa (7/7) malam waktu setempat. Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan terdengar di sejumlah wilayah Selat Hormuz usai pengumuman dari militer Amerika.

Kantor berita IRIB melaporkan enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran, tujuh ledakan terdengar di kota Sirik, dan lebih banyak lagi ledakan terdengar di kota pelabuhan utama Bandar Abbas.

Saksikan Live DetikPagi:

(ygs/ygs)


Berita Terkait