Militer Iran memprotes keras kehadiran pesawat militer Amerika Serikat (AS), baik yang berawak maupun tanpa awak, secara terus-menerus di atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi titik perselisihan antara Teheran dan Washington yang berkonflik.
Teheran memperingatkan bahwa kehadiran jet tempur dan drone Washington di jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global itu mengancam keamanan kawasan.
Militer Iran juga menegaskan, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (3/7/2026), mereka akan memberikan respons yang "cepat dan tegas" terhadap setiap campur tangan AS di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita Fars News Agency, pada Kamis (2/7), Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya -- markas operasional gabungan militer Iran -- menyebut kehadiran jet tempur dan drone AS secara terus-menerus di atas Selat Hormuz "telah menimbulkan ketidakamanan di jalur perairan ini dan akan mengancam keamanan kawasan".
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa Iran "tidak akan ragu untuk mengambil tindakan apa pun" untuk menangkis "setiap agresi dan pelanggaran oleh militer AS dan para pendukungnya demi mempertahankan kedaulatannya atas Selat Hormuz".
"Setiap campur tangan Amerika di Selat Hormuz akan ditanggapi secara tegas dan cepat oleh Angkatan Bersenjata (Iran)," demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menggambarkan Selat Hormuz sebagai "wilayah kedaulatan Republik Islam Iran", dan bahwa keamanan serta stabilitas jalur perairan strategis tersebut merupakan "garis merah" bagi militer Iran.
(nvc/ita)