AS Wanti-wanti Iran Tak Bikin Perubahan Apa Pun di Selat Hormuz

AS Wanti-wanti Iran Tak Bikin Perubahan Apa Pun di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 17:23 WIB
Kapal-kapal di Selat Hormuz, terlihat dari daratan Oman (dok. REUTERS/Stringer)
Kapal-kapal di Selat Hormuz, terlihat dari daratan Oman (dok. REUTERS/Stringer)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) menyampaikan pesan yang jelas kepada Iran terkait situasi di Selat Hormuz, saat pembicaraan tidak langsung antara kedua negara selesai digelar di Doha, Qatar. Washington menegaskan penolakan terhadap perubahan apa pun yang dilakukan Teheran di jalur perairan strategis tersebut.

Menurut sejumlah sumber yang berbicara kepada media Al Arabiya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (3/7/2026), AS telah menyampaikan kepada Iran mengenai penolakan terhadap segala perubahan pada status quo saat ini di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi titik perselisihan kedua negara.

Washington, menurut sumber-sumber yang dikutip Al Arabiya, telah menegaskan kepada Teheran bahwa perubahan apa pun di Selat Hormuz, akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan awal yang telah disepakati kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber-sumber itu mengatakan bahwa AS menganggap sikap dan pendekatan Iran terhadap situasi di Selat Hormuz sebagai ujian pertama bagi komitmen negara itu terhadap kesepakatan yang ada.

AS dilaporkan terus memantau dengan cermat pergerakan Iran di jalur perairan yang vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut.

Menurut para sumber yang dikutip Al Arabiya, Teheran juga telah diberitahu oleh Washington bahwa kemajuan apa pun terkait pencairan aset Iran yang dibekukan, akan bergantung pada kepatuhan penuh mereka terhadap nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.

Peringatan AS ini disampaikan setelah militer Iran memperingatkan bahwa setiap campur tangan Washington di Selat Hormuz akan memicu respons yang "tegas dan cepat". Teheran juga memprotes kehadiran jet tempur dan done AS secara terus-menerus di Selat Hormuz, yang disebut mengancam keamanan kawasan.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya -- markas operasional gabungan militer Iran -- dalam pernyataannya menegaskan bahwa semua kapal tanker minyak dan kapal komersial harus menggunakan jalur navigasi yang ditetapkan oleh Iran saat melintasi Selat Hormuz, atau akan menghadapi "respons langsung dan tegas" dari militer Iran.

AS dan Iran telah menandatangani MoU pada pertengahan Juni lalu, yang mengatur soal gencatan senjata yang disepakati sebelumnya selama 60 hari, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan pembukaan kembali sepenuhnya Selat Hormuz.

Negosiasi teknis menindaklanjuti MoU itu digelar beberapa waktu terakhir, dengan dimediasi oleh Pakistan dan Qatar. Pada Kamis (2/7), mediator mengumumkan bahwa putaran selanjutnya untuk negosiasi teknis akan digelar "sesegera mungkin", setelah Iran menuntaskan pemakaman mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Secara terpisah, seorang sumber senior mengatakan kepada Al Arabiya bahwa negosiasi teknis AS-Iran selanjutnya dijadwalkan pada 18 Juli mendatang.

Tonton juga video "Iran Minta Negara Lain Tak Campuri Pengelolaan Selat Hormuz"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini