AS Kirim 2.000 Personel Militer ke Venezuela Usai Gempa Kembar

AS Kirim 2.000 Personel Militer ke Venezuela Usai Gempa Kembar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 02 Jul 2026 13:16 WIB
Tim Penyelamat Terus Sisir Reruntuhan Bangunan Pascagempa Venezuela (Foto: REUTERS/Ricardo Arduengo)
Tim Penyelamat Terus Sisir Reruntuhan Bangunan Pascagempa Venezuela (Foto: REUTERS/Ricardo Arduengo)
Jakarta -

Sekitar 2.000 personel militer Amerika Serikat dikerahkan untuk membantu dalam penanggulangan gempa kembar yang melanda Venezuela pekan lalu.

Departemen Pertahanan "memiliki sekitar 2.000 anggota tim di daerah tersebut -- di darat, udara, dan laut -- di sekitar Venezuela," kata Jenderal Francis Donovan, kepala Komando Selatan Amerika Serikat, kepada wartawan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026).

"Mereka bekerja keras setiap hari untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan, untuk membantu upaya pemulihan, untuk mengirimkan pasokan yang dibutuhkan," imbuh jenderal senior AS itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi berturut-turut, mengguncang Venezuela pada hari Rabu pekan lalu. Gempa kembar itu meruntuhkan banyak bangunan, merusak bandara utama negara itu, dan menyebabkan hampir 2.300 orang tewas.

Puluhan ribu orang hingga kini belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan secara intensif untuk menemukan para korban. Upaya tersebut tetap berlangsung meski jendela waktu kritis selama 72 jam untuk bertahan hidup telah terlewati.

Di tengah proses pencarian korban, puluhan ribu warga Venezuela kini kesulitan mendapatkan makanan dan tempat berlindung setelah gempa kembar tersebut.

Para dokter memperingatkan potensi munculnya wabah penyakit karena banyak warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di jalanan.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, melaporkan kekurangan makanan terjadi secara luas. Layanan dasar lumpuh dan saluran komunikasi sebagian besar terputus di kota pelabuhan La Guaira yang menjadi wilayah terdampak paling parah akibat gempa.

Pemerintah Venezuela telah menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk mengenang para korban gempa. Pengumuman itu disampaikan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez pada hari Rabu (1/7) waktu setempat.

"Jiwa negara terkoyak oleh kehilangan nyawa," kata Delcy.

Tonton juga video "Trump Klaim Perundingan Nuklir dengan Iran Berjalan Baik"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini