Korban Gempa Jadi 2.295 Jiwa, Venezuela Umumkan 7 Hari Berkabung

Korban Gempa Jadi 2.295 Jiwa, Venezuela Umumkan 7 Hari Berkabung

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 02 Jul 2026 02:41 WIB
A drone view shows buildings destroyed by earthquakes, in La Guaira, Venezuela, June 26, 2026. Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY NO RESALES. NO ARCHIVES
Foto: Penampakan kerusakan di La Guaira, Venezuela, akibat gempa kembar dahsyat. (via REUTERS/Handout)
Jakarta -

Total korban jiwa gempa bumi kembar Venezuela kini bertambah menjadi 2.295 orang. Pemerintah Venezuela mengumumkan tujuh hari berkabung untuk para korban.

Dilansir AFP, Kamis (2/7/2026), pengumuman itu disampaikan oleh Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez.

"Jiwa negara itu terkoyak oleh kehilangan nyawa," kata Delcy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, saat ini puluhan ribu orang di Venezuela juga kesulitan mencari makanan dan tempat berlindung setelah gempa kembar dahsyat mengguncang pekan lalu. Para dokter memperingatkan kemunculan wabah penyakit karena warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di jalanan.

ADVERTISEMENT

Dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5, telah merobohkan banyak kompleks perumahan, dengan puluhan ribu orang belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak reruntuhan.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang intens untuk menemukan korban-korban yang terjebak di bawah reruntuhan terus dilakukan, meskipun jendela waktu kritis selama 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu.

Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, seperti dilansir AFP, Rabu (1/7), melaporkan bahwa kekurangan makanan terjadi secara luas, layanan dasar lumpuh, dan saluran komunikasi sebagian besar terputus di kota pelabuhan La Guaira, yang menjadi wilayah terdampak gempa paling parah.

(fca/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini