×
Ad

Korban Perang Ukraina Tembus 2 Juta Orang, Paling Banyak Rusia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 02 Jul 2026 11:07 WIB
Kerusakan di Ukraina akibat serangan Rusia (Foto: AFP)
Jakarta -

Perang Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Invasi Rusia ke Ukraina dilaporkan telah menyebabkan lebih dari dua juta korban di pihak militer, baik korban tewas, luka maupun hilang.

Pasukan Rusia paling banyak mengalami korban selama perang berkepanjangan tersebut. Demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan pada hari Rabu (1/7) waktu setempat oleh sebuah lembaga think tank Amerika Serikat.

"Gabungan korban Rusia dan Ukraina telah melebihi 2 juta," kata Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026).

Diperkirakan bahwa antara 400.000 dan 450.000 warga Rusia telah tewas sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari 2022, dari total 1,4 juta korban -- tewas, terluka, dan hilang -- di antara pasukan Rusia.

Sementara itu, pasukan Ukraina telah menderita antara 525.000 dan 625.000 korban, dan antara 125.000 dan 150.000 kematian selama periode yang sama, kata CSIS.

"Jumlah korban jiwa Rusia di Ukraina lebih dari empat kali lipat dibandingkan total korban jiwa AS dalam semua perang sejak Perang Dunia II," kata CSIS. Sementara rasio jumlah korban Rusia terhadap Ukraina kemungkinan telah meningkat menjadi sekitar 8 banding 1 pada paruh pertama tahun ini, tambahnya.

Sebelumnya pada Februari 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada televisi Amerika bahwa negaranya kehilangan hampir 46.000 tentara sejak perang berkecamuk tahun 2022 lalu. Para analis menyebut angka tersebut sebagai perkiraan yang terlalu rendah.

Zelensky menyebut puluhan ribu tentara lainnya hilang atau ditahan Rusia.

Layanan Rusia untuk media BBC dan Mediazona, yang bergantung pada data yang tersedia untuk publik seperti pemberitahuan kematian, telah mengidentifikasi lebih dari 163.000 tentara Rusia tewas selama empat tahun perang. Namun, diakui juga bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork