Jerman mencatat rekor terbaru untuk suhu tertinggi sepanjang masa, yakni mencapai 41,7 derajat Celsius, saat gelombang panas ekstrem terus menyelimuti Eropa. Operasional trem di Leipzig, Jerman bagian timur, terpaksa dihentikan sementara setelah kerusakan terpantau pada rel dan komponennya.
Data dari layanan cuaca Jerman (DWD), seperti dilansir Euro News dan AFP, Senin (29/6/2026), menunjukkan bahwa suhu udara 41,7 derajat Celsius tercatat di wilayah Bradenburg bagian timur, tepatnya pada Minggu (28/6) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Data tersebut dilaporkan oleh stasiun pemantau di Coschen, yang terletak dekat perbatasan Polandia.
Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya, sebesar 41,5 derajat Celsius, yang tercatat hanya sehari sebelumnya, atau pada Sabtu (27/6), di wilayah Drewitz.
Menurut DWD, malam hari menjelang Minggu (28/6) waktu setempat juga tercatat sebagai malam paling hangat di Jerman, sejak pendataan resmi dimulai hampir 150 tahun lalu, dengan suhu 29,4 derajat Celsius pada malam hari tercatat di wilayah Kubshuetz di Saxony.
Imbas cuaca panas ekstrem tersebut, otoritas kota Leipzig mengumumkan penghentian sementara untuk operasional trem. Suhu ekstrem dilaporkan telah menyebabkan gangguan pada jalur rel dan komponen rel yang dilintasi trem di kota tersebut.
Laporan First Post menyebut suhu panas yang terlampau ekstrem telah berdampak pada aspal dan bitumen, yang memaksa otoritas transportasi di Leipzig untuk menangguhkan layanan sampai pemeriksaan keselamatan selesai dilakukan.
Euro News melaporkan bahwa aspal meleleh tepat di atas rel trem di kota Leipzig.
(nvc/dhn)