Jerman Terpanggang Panas Ekstrem, Aspal Sampai Meleleh

Jerman Terpanggang Panas Ekstrem, Aspal Sampai Meleleh

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Jun 2026 16:46 WIB
Suhu di Berlin, ibu kota Jerman, tercatat mencapai 41 derajat Celsius saat gelombang panas merajalela (REUTERS/Maryam Majd)
Suhu di Berlin, ibu kota Jerman, tercatat mencapai 41 derajat Celsius saat gelombang panas merajalela (REUTERS/Maryam Majd)
Berlin -

Jerman mencatat rekor terbaru untuk suhu tertinggi sepanjang masa, yakni mencapai 41,7 derajat Celsius, saat gelombang panas ekstrem terus menyelimuti Eropa. Operasional trem di Leipzig, Jerman bagian timur, terpaksa dihentikan sementara setelah kerusakan terpantau pada rel dan komponennya.

Data dari layanan cuaca Jerman (DWD), seperti dilansir Euro News dan AFP, Senin (29/6/2026), menunjukkan bahwa suhu udara 41,7 derajat Celsius tercatat di wilayah Bradenburg bagian timur, tepatnya pada Minggu (28/6) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Data tersebut dilaporkan oleh stasiun pemantau di Coschen, yang terletak dekat perbatasan Polandia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya, sebesar 41,5 derajat Celsius, yang tercatat hanya sehari sebelumnya, atau pada Sabtu (27/6), di wilayah Drewitz.

Menurut DWD, malam hari menjelang Minggu (28/6) waktu setempat juga tercatat sebagai malam paling hangat di Jerman, sejak pendataan resmi dimulai hampir 150 tahun lalu, dengan suhu 29,4 derajat Celsius pada malam hari tercatat di wilayah Kubshuetz di Saxony.

Imbas cuaca panas ekstrem tersebut, otoritas kota Leipzig mengumumkan penghentian sementara untuk operasional trem. Suhu ekstrem dilaporkan telah menyebabkan gangguan pada jalur rel dan komponen rel yang dilintasi trem di kota tersebut.

Laporan First Post menyebut suhu panas yang terlampau ekstrem telah berdampak pada aspal dan bitumen, yang memaksa otoritas transportasi di Leipzig untuk menangguhkan layanan sampai pemeriksaan keselamatan selesai dilakukan.

Euro News melaporkan bahwa aspal meleleh tepat di atas rel trem di kota Leipzig.

Otoritas Jerman mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi beberapa ruas jalanan. Di beberapa ruas jalan tol setempat, termasuk sebagian ruas jalan A2 di Saxony-Anhalt, menurut laporan Euro News, permukaan aspal mengalami deformasi, melengkung atau terangkat ke atas.

Ruas jalan tol A2 di dekat Burg itu sempat ditutup akibat kerusakan yang terjadi, sebelum akhirnya dibuka kembali untuk lalu lintas.

Beberapa ruas jalan tol lainnya, terutama yang ada di Bradenburg dan Saxony-Anhalt, masih ditutup karena kerusakan pada permukaan jalan.

Tidak hanya Jerman, gelombang panas ekstrem juga memicu situasi darurat di beberapa negara Eropa lainnya. Prancis melaporkan sekitar 1.000 kematian terkait cuaca panas ekstrem sejak 24 Juni, dengan otoritas kesehatan setempat memperingatkan angka kematian masih bisa bertambah.

Republik Ceko mencatat rekor suhu tertinggi nasional, dengan wilayah Doksany mencatatkan suhu 41,1 derajat Celsus.

Cuaca panas ekstrem yang memicu gangguan pada infrastruktur umum ini dinilai mencerminkan tantangan lebih luas yang dihadapi kota-kota di Eropa. Infrastruktur yang dirancang berdasarkan kondisi iklim masa lalu di negara-negara Eropa, kini semakin rentan menghadapi suhu yang memecahkan rekor.

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Berita Terkait