Warga Venezuela dikejutkan oleh dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang dalam waktu berdekatan pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, ini merupakan gempa terbesar di negeri itu dalam lebih dari seabad.
USGS melaporkan bahwa Venezuela diguncang dua gempa dahsyat, atau gempa kembar, yang berkekuatan Magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. USGS mencatat kedua gempa terjadi dalam selisih waktu hanya 39 detik. Menurut USGS, gempa M 7,5 ini adalah gempa terbesar yang melanda negara itu atau di lepas pantainya sejak tahun 1900.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (25/6/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Hakim ICC Gugat Trump soal Sanksi: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya!
Tiga hakim Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat, menggugat Presiden Donald Trump dan pejabat-pejabat senior Amerika lainnya. Dalam gugatannya, mereka menyebut sanksi terhadap mereka melanggar hukum dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pengajuan gugatan ke pengadilan di New York, AS pada hari Rabu (24/6) waktu setempat, hakim Kimberly Prost dari Kanada, Solomy Balungi Bossa dari Uganda dan Reine Adelaide Sophie Alapini-Gansou dari Benin menuduh sanksi tersebut bertujuan untuk "memberikan tekanan ekstra-yudisial."
Sebelumnya, pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap setidaknya 11 pejabat ICC, termasuk kepala jaksa, yang terdiri dari larangan perjalanan dan pembekuan aset.
- Spanyol Terpanggang Panas Ekstrem, 212 Orang Tewas
Spanyol turut diselimuti gelombang panas yang sedang melanda sebagian besar negara-negara Eropa, hingga memecahkan rekor suhu panas. Sedikitnya 212 orang dilaporkan tewas dalam berbagai insiden terkait gelombang panas di Spanyol.
Data kematian tersebut, seperti dilansir AFP, Kamis (25/6/2026), dilaporkan oleh sebuah lembaga publik yang mencatat kematian terkait gelombang panas di berbagai wilayah Spanyol, antara Minggu (21/6) hingga Rabu (24/6) waktu setempat.
Sistem pemantauan MoMo mengumpulkan statistik kematian harian di Spanyol dan menghitung selisih angka kematian, dengan membandingkannya terhadap tingkat yang diperkirakan, berdasarkan catatan historis.
- Italia Marah, Bos NATO Bongkar Peran Rahasianya di Perang AS-Iran
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte memicu kegemparan politik di Italia dengan membongkar "peran rahasia" Roma dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Rutte mengungkapkan bahwa pemerintah Italia secara diam-diam mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer di wilayahnya selama perang berkecamuk. Hal ini memicu kemarahan di Roma, karena bertentangan dengan pernyataan publik yang disampaikan para pejabat pemerintahan Italia.
Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir Press TV, Kamis (25/6/2026), Rutte mengatakan bahwa Italia mengizinkan 500 pesawat militer AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan Amerika di Italia selama perang berkecamuk.
- AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengenakan tarif atau pungutan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dia mengingatkan bahwa pungutan tarif akan menyebar ke jalur air lainnya, yang berisiko menyebabkan "kekacauan total".
"Jalur air internasional bukan milik negara mana pun. Ini adalah prinsip dasar di dunia saat ini, tanpa itu, dunia akan berada dalam kekacauan total," katanya dalam pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk di Bahrain, dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/6/2026).
"Jika kita menerima bahwa Anda dapat memungut biaya untuk menggunakan jalur air internasional karena kebetulan berada di dekat wilayah teritorial Anda, maka ini akan menyebar ke seluruh dunia seperti penyakit menular," cetusnya.
- Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela, Terbesar dalam Seabad
Warga Venezuela dikejutkan oleh dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang dalam waktu berdekatan pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, ini merupakan gempa terbesar di negeri itu dalam lebih dari seabad.
USGS melaporkan bahwa Venezuela diguncang dua gempa dahsyat, atau gempa kembar, yang berkekuatan Magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. USGS mencatat kedua gempa terjadi dalam selisih waktu hanya 39 detik. Menurut USGS, gempa M 7,5 ini adalah gempa terbesar yang melanda negara itu atau di lepas pantainya sejak tahun 1900.
Gempa pertama berpusat di area berjarak 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron. Lokasi itu berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Caracas. Gempa kedua ini mengguncang area yang berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi gempa pertama tersebut.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Roy Suryo Ditangkap hingga Iran-AS Damai











































