AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau

AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 25 Jun 2026 16:08 WIB
Menlu Amerika Serikat Marco Rubio (Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz/File Photo Purchase Licensing Rights)
Menlu Amerika Serikat Marco Rubio (Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz/File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengenakan tarif atau pungutan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dia mengingatkan bahwa pungutan tarif akan menyebar ke jalur air lainnya, yang berisiko menyebabkan "kekacauan total".

"Jalur air internasional bukan milik negara mana pun. Ini adalah prinsip dasar di dunia saat ini, tanpa itu, dunia akan berada dalam kekacauan total," katanya dalam pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk di Bahrain, dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/6/2026).

"Jika kita menerima bahwa Anda dapat memungut biaya untuk menggunakan jalur air internasional karena kebetulan berada di dekat wilayah teritorial Anda, maka ini akan menyebar ke seluruh dunia seperti penyakit menular," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rubio menegaskan bahwa AS menginginkan kesepakatan perdamaian, tetapi bukan "dengan berapa pun harganya".

ADVERTISEMENT

"Meskipun kami menginginkan kesepakatan, kami tidak menginginkan kesepakatan dengan berapa pun harganya," katanya. "Kami menginginkan kesepakatan yang baik, kami menginginkan kesepakatan yang nyata, kami menginginkan kesepakatan yang dapat diverifikasi, dan kami menginginkan kesepakatan yang dipatuhi," imbuhnya.

Diplomat senior AS tersebut juga memberikan jaminan bahwa kepentingan negara-negara Teluk akan dipertimbangkan.

"Kami ingin memastikan... bahwa tidak ada bagian dari kesepakatan ini yang dilakukan yang dengan cara apa pun merusak keamanan, stabilitas, atau kemakmuran mitra-mitra kami di kawasan Teluk," tandasnya.

Masa depan Selat Hormuz menjadi salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi AS-Iran. Selama perang dengan AS berkecamuk, Iran menutup jalur pelayaran vital tersebut sehingga mengganggu arus perdagangan maritim global, yang pada akhirnya memicu lonjakan harga energi dunia.

Dalam kondisi normal, sekitar seperlima pasokan gas alam dan minyak dunia yang diekspor negara-negara Teluk melewati Selat Hormuz.

Ketegangan di kawasan itu meningkat setelah AS menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada April lalu. Langkah ini diklaim AS sebagai upaya menekan ekspor minyak Iran.

Banyak kapal telah kembali melintasi Selat Hormuz sejak kesepakatan damai AS-Iran ditandatangani pekan lalu. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti kebijakan Iran terkait lalu lintas pelayaran di selat tersebut.

Tonton juga video "Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump: Mereka Bodoh!"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini