5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 19 Jun 2026 17:21 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Foto: REUTERS/Office of the Iranian Supreme Leader)
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Foto: REUTERS/Office of the Iranian Supreme Leader)
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan berbagai titik tawar untuk mengamankan kesepakatan damai karena putus asa.

Mojtaba juga mengatakan bahwa dirinya menyetujui kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang, meskipun memiliki "pandangan yang berbeda".

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (19/6/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Bikin Partai Republik Meradang Usai Teken MoU Iran

Kesepakatan damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Iran menuai kritikan pedas dari sejumlah senator Partai Republik AS. Mereka memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut jauh dari kemenangan besar yang dijanjikan Trump dan bisa membuat Teheran lebih kaya, lebih kuat, dan masih mampu mengancam kawasan tersebut.

Nota Kesepahaman (MoU), yang ditandatangani oleh Trump di Prancis pada Rabu (17/6) lalu, bertujuan untuk mengakhiri perang, membuka kembali Selat Hormuz yang vital, dan menstabilkan pasar energi setelah perang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Namun, ketentuan-ketentuan dalam MoU tersebut telah membuat khawatir beberapa anggota Partai Republik. Mereka mengkritik Trump yang mereka sebut menawarkan keringanan sanksi kepada Iran, akses ke pasar minyak, dan prospek dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar, tapi gagal mengamankan komitmen tegas tentang pengayaan uranium, rudal balistik, atau dukungan Teheran untuk proksi-proksi bersenjata.

- Heboh Ribut-ribut Menlu Israel dan Pejabat Uni Eropa, Ada Apa?

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengumumkan bahwa dirinya memutuskan semua kontak dengan pejabat penting Uni Eropa, Kaja Kallas. Saar menjelaskan keputusannya itu berkaitan dengan pernyataan Kallas yang membandingkan Israel dengan Afrika Selatan era apartheid.

Ketegangan diplomatik antara Israel dan Uni Eropa telah semakin meningkat sejak perang Gaza berkecamuk pada Oktober 2023, dengan rentetan tindak kekerasan oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat menjadi poin perselisihan lainnya.

Saar, seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2026), menuduh Kallas, yang menjabat sebagai kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, telah "bertindak secara obsesif dan dengan ketidakadilan secara terang-terangan" terhadap Israel.

- Israel Marah 4 Tentaranya Tewas: Seluruh Lebanon Harus Terbakar!

Situasi memanas! Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir geram dan mengatakan bahwa "seluruh Lebanon harus terbakar", setelah militer Israel mengumumkan kematian empat tentaranya di sana.

"Dengan segala hormat kepada Amerika, Israel harus memperjelas kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kami dan keamanan warga negara kami tidak dapat ditawar. Seluruh Lebanon harus terbakar," kata menteri garis keras Israel itu dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/6/2026).

Sebelumnya, otoritas Lebanon mengatakan 18 orang tewas pada hari Jumat dalam serangan udara Israel di selatan. Sementara militer Israel melaporkan kematian tentara pertama mereka di Lebanon sejak tercapainya kesepakatan Amerika Serikat-Iran untuk menghentikan perang Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

- Netanyahu Bilang ke Trump Tak Akan Hiraukan MoU AS-Iran

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Israel tidak terikat oleh perjanjian yang dicapai antara AS dan Iran. Netanyahu juga meyakini bahwa kesepakatan final terkait nuklir tidak akan tercapai.

Informasi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (19/6/2026), diungkapkan oleh seorang pejabat Israel, yang tidak disebut namanya, saat berbicara kepada media terkemuka AS, CNN, pada Kamis (18/6) waktu setempat.

Menurut pejabat Israel itu, Netanyahu telah memberitahu Trump bahwa Israel tidak terikat oleh perjanjian tersebut, yang mencakup ketentuan mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon.

- Setujui MoU Iran-AS, Mojtaba Khamenei Bilang Trump Putus Asa!

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan berbagai titik tawar untuk mengamankan kesepakatan damai karena putus asa.

Mojtaba juga mengatakan bahwa dirinya menyetujui kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang, meskipun memiliki "pandangan yang berbeda".

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Press TV dan AFP, Jumat (19/6/2026), Mojtaba mengumumkan bahwa nota kesepahaman atau MoU antara Iran dan AS telah ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump.

Simak juga Video 'Agenda Penandatanganan Kesepakatan AS-Iran Batal Digelar Hari Ini':

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait