Netanyahu Bilang ke Trump Tak Akan Hiraukan MoU AS-Iran

Netanyahu Bilang ke Trump Tak Akan Hiraukan MoU AS-Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Jun 2026 16:38 WIB
Trump dan Netanyahu saat bertemu di Gedung Putih pada April 2025 (dok. Reuters)
Trump dan Netanyahu saat bertemu di Gedung Putih pada April 2025 (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Israel tidak terikat oleh perjanjian yang dicapai antara AS dan Iran. Netanyahu juga meyakini bahwa kesepakatan final terkait nuklir tidak akan tercapai.

Informasi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (19/6/2026), diungkapkan oleh seorang pejabat Israel, yang tidak disebut namanya, saat berbicara kepada media terkemuka AS, CNN, pada Kamis (18/6) waktu setempat.

Menurut pejabat Israel itu, Netanyahu telah memberitahu Trump bahwa Israel tidak terikat oleh perjanjian tersebut, yang mencakup ketentuan mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel terus menggempur wilayah Lebanon, dengan klaim menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Sedikitnya satu orang tewas dan satu orang lainnya luka parah pada Kamis (18/6) akibat serangan drone Israel yang menargetkan sebuah mobil di Lebanon bagian selatan, meskipun ada kesepakatan AS-Iran.

Pejabat Israel tersebut mengatakan bahwa Netanyahu sedang berusaha mempengaruhi proses negosiasi lanjutan selama 60 hari ke depan, yang sedang berlangsung di bawah nota kesepahaman (MoU), yang telah diteken Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Netanyahu, sebut pejabat Israel yang dikutip CNN, berupaya untuk membentuk perjanjian akhir AS-Iran dengan menggunakan tokoh-tokoh media sayap kanan dan para Senator AS yang dekat dengan dirinya untuk menekan Trump.

Menurut pejabat Israel tersebut, Netanyahu meyakini bahwa tidak akan ada perjanjian akhir antara AS dan Iran, dan bahwa Teheran tidak akan benar-benar menerima pembatasan terhadap program nuklirnya.

Sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari kantor PM Israel terkait laporan tersebut.

Kesepakatan damai AS-Iran diumumkan pada Minggu (14/6) waktu setempat, dengan disebutkan bahwa kedua negara menyepakati MoU berisi 14 poin melalui proses negosiasi intensif, yang dimediasi oleh Pakistan, yang bertujuan mengakhiri perang.

MoU tersebut, yang disebut sebagai Memorandum Islamabad, mulai diberlakukan setelah ditandatangani secara digital dan secara jarak jauh oleh Trump dan Pezeshkian pada Rabu (17/6) waktu setempat.

MoU itu mengakhiri perang secara permanen di semua front, termasuk Lebanon, dan memulai gencatan senjata selama 60 hari, juga mencabut blokade AS terhadap Iran, memulihkan lalu lintas komersial di Selat Hormuz, membahas rencana rekonstruksi senilai US$ 300 miliar, dan pencabutan sanksi AS.

Setelah penandatanganan MoU itu, para pihak diharapkan untuk memulai proses negosiasi lanjutan selama 60 hari membahas berbagai isu, termasuk program nuklir Iran dan pencabutan sanksi dalam upaya mencapai kesepakatan akhir.

Simak juga Video 'Putin Senang AS-Iran Damai: Kabar Baik Buat Energi dan Pangan':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait