Timur Tengah Kembali Memanas, AS vs Iran Serang-serangan Lagi

Timur Tengah Kembali Memanas, AS vs Iran Serang-serangan Lagi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jun 2026 20:04 WIB
Situs Nuklir Diserang AS, Iran Balas Serang Tanker Minyak
Foto: Ilustrasi. (DW (News))
Jakarta -

Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah di Iran.

Dirangkum detikcom, Rabu (10/6/2026), ledakan terdengar di beberapa lokasi di Provinsi Hormozgan, termasuk di Pulau Qeshm dan di sepanjang pantai dekat Selat. Jet tempur di AS juga dilaporkan memadati wilayah udara Iran.

Militer AS diketahui melancarkan serangan proporsional terhadap Iran. Rencana serangan ini sebagai respons terhadap penembakan jatuh helikopter Apache sehari sebelumnya di selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin," kata Komando Pusat AS dalam sebuah postingan di X, seperti dilansir AFP.

"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tambahnya.

Iran Geram

Iran melalui Menteri Luar Negerinya, Abbas Araghchi juga sudah buka suara mengenai serangan itu. Araghchi memperingatkan AS segera meninggalkan wilayahnya jika ingin selamat.
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman," kata Araghchi melalui akun X resminya, dilansir Aljazeera dan CNN.

Ia berjanji tidak ada serangan dari AS yang dibiarkan tanpa balasan. Iran terus bertekad menghadapi serangan.

"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," kata Araghchi.


Iran Serang Pangkalan AS

Setelahnya, militer Iran membalas serangan AS dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS yang ada di kawasan Teluk. Iran mengklaim pasukannya menyerang 21 target militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam laporan Anadolu Agency, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pasukannya telah menembak jatuh sebuah drone pengintai MQ-9 Reaper milik AS yang terdeteksi mengudara di wilayah udara Iran, tepatnya di Provinsi Bushehr bagian selatan.

IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangan drone yang menargetkan pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain. Disebutkan oleh IRGC bahwa pasukan angkatan lautnya melancarkan serangan drone terhadap Armada Kelima AS pada Rabu (10/6) dini hari, sekitar 02.30 waktu setempat.

IRGC, dalam pernyataannya, juga memperingatkan bahwa serangan yang "lebih berat dan lebih luas" akan menyusul jika AS terus melakukan agresi terhadap Iran.

Baik markas besar militer Iran, yang secara resmi disebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, maupun IRGC sama-sama mengumumkan bahwa serangan-serangan mereka itu merupakan pembalasan terhadap gempuran AS yang menargetkan area-area di Jask, Sirik, dan Qeshm di wilayah selatan negara tersebut.


Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain

Tak hanya itu, Iran juga disebut mengirim rudal drone ke Bahrain. Hal ini diketahui setelah militer Bahrain mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan rentetan serangan rudal dan drone Iran.

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain, seperti dilaporkan Bahrain News Agency dan dilansir Al Arabiya, menuduh Iran "terus melanjutkan pendekatan permusuhan sistematisnya melalui serangan rudal dan drone kriminal, yang menargetkan warga sipil di Kerajaan Bahrain".

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengatakan bahwa semua persenjataan dan unit pertahanannya berada pada tingkat kesiapan dan persiapan defensif tertinggi untuk melindungi wilayah Bahrain. Mereka juga mengimbau warganya untuk ekstra berhati-hati di tengah perkembangan situasi terbaru ini.

"Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan, yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran, dan untuk menghindari dalam mendekati atau menanganinya serta segera melaporkannya," demikian imbauan Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain.

Lebih lanjut, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengungkapkan para personel terkait telah sepenuhnya siap untuk menangani puing-puing tersebut dengan aman, dan memastikan keselamatan semua warga negara serta penduduk Bahrain.

Tonton juga video "Trump Semprot Iran Banyak Omong: Kini Harus Bayar Harganya!"

Halaman 2 dari 3
(zap/fca)


Berita Terkait