Trump Makin Jengkel dengan Ulah Netanyahu

Trump Makin Jengkel dengan Ulah Netanyahu

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jun 2026 06:03 WIB
President Donald Trump listens as Israels Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during an arrival at his Mar-a-Lago club, Monday, Dec. 29, 2025, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/Alex Brandon)
Trump dan Netanyahu (Foto: AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump makin jengkel dengan ulah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Pasalnya Israel dan Iran masih saling serang di tengah seruan saling menahan diri.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat pada Minggu (7/6), dipicu pengeboman mematikan Israel terhadap Beirut, ibu kota Lebanon. Iran yang sejak lama menegaskan kesepakatan damai dengan AS sebagian bergantung pada penghentian pertempuran di Lebanon, merespons dengan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel bagian utara.

Trump dilaporkan menelepon Netanyahu pada Minggu (7/6) malam dan memintanya untuk tidak membalas serangan rudal itu. Tetapi Israel tetap melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (8/6) pagi waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel menyerang sistem pertahanan udara Iran dan sebuah pabrik petrokimia. Sementara Iran membalas lagi dengan menggempur fasilitas serupa di Haifa dan menargetkan dua pangkalan udara Israel.

Banyak rudal dicegat di langit wilayah Tepi Barat. Tidak ada laporan korban jiwa dari kedua pihak.

Trump Peringatkan Netanyahu

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan telah memperingatkan Netanyahu tentang konsekuensi melanjutkan perang dengan Iran. Namun Netanyahu mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi Israel bahwa dirinya telah menegaskan kepada Trump, jika "Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami menggunakannya sebagaimana mestinya".

"Sekarang, tembakan di garis depan terkendali, karena setelah kami menyerang rezim teroris di Teheran, mereka berhenti menyerang kami," ucap Netanyahu, seperti dilansir Al Jazeera.

Netanyahu juga memperingatkan jika Iran "melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap kami, kami akan membalas dengan kekuatan penuh."

Trump Jengkel, Bilang Netanyahu Bisa Sendirian

Media terkemuka AS, Axios, seperti dilansir Reuters, juga melaporkan peringatan yang sama dari Trump kepada Netanyahu. Menurut Axios yang mengutip sumber pejabat AS, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa dia akan berjuang sendirian jika Israel kembali berperang melawan Iran.

"Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," kata Trump menyebut nama panggilan Netanyahu, seperti dikutip media lokal Israel dan dilansir Al Arabiya, Selasa (9/6/2026).

Peringatan Trump kepada Netanyahu ini disampaikan ketika Israel dan Iran berhenti saling serang setelah eskalasi paling serius sejak gencatan senjata pada awal April lalu. Sementara itu, perundingan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan damai terus berlanjut.

Trump, yang dilaporkan semakin jengkel dengan Netanyahu, sebelumnya menuntut Israel dan Iran berhenti "menembak" dalam sebuah unggahan media sosial Truth Social. Dia juga mengatakan bahwa "negosiasi akhir" menuju perdamaian akan berlanjut "dengan catatan ketidaktahuan dan kebodohan menghalanginya".

Iran-Israel Umumkan Jeda Sementara

Israel dan Iran mendeklarasikan penghentian sementara serangan, setelah kedua negara saling menyerang untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata ditetapkan dua bulan lalu. Meski demikian, kedua pihak menegaskan siap membalas jika kembali diserang.

Dalam pernyataannya, militer Iran memperingatkan bahwa setiap "agresi dan tindakan permusuhan" lebih lanjut dari Israel maupun sekutunya, termasuk di Lebanon selatan, akan dibalas dengan tindakan yang "lebih keras dan menghancurkan".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengisyaratkan bahwa serangan kali ini telah berakhir. Namun, ia menegaskan Israel akan merespons dengan tegas jika Iran kembali melancarkan serangan.

"Jika Iran membuat kesalahan dan kembali menyerang kami, kami akan merespons dengan kekuatan," kata Netanyahu dalam sebuah rekaman pernyataan.

Netanyahu menegaskan operasi militer Israel terhadap kelompok Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon akan terus berlanjut.

Sebagai tanda meredanya ketegangan, Israel dan Iran mulai mencabut sejumlah pembatasan keamanan yang sebelumnya diberlakukan.

Militer Israel mengumumkan sebagian besar sekolah yang ditutup akibat situasi keamanan akan kembali dibuka. Sementara itu, kantor berita resmi Iran, Mizan, melaporkan pembatasan wilayah udara untuk penerbangan sipil telah dicabut.

Namun, sejumlah sumber ketegangan masih bertahan. Iran tetap mempertahankan blokade ketat atas Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia. Ancaman gangguan terhadap jalur tersebut menjadi salah satu faktor utama lonjakan harga energi global dalam beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, Israel terus menggempur posisi Hizbullah di Lebanon dan memperluas operasi militernya di negara itu.

Halaman 2 dari 2
(idn/lir)


Berita Terkait