Menteri-menteri Israel ramai-ramai menyerukan eskalasi terhadap Lebanon, terutama yang menargetkan kelompok Hizbullah. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan pengeboman terhadap Beirut dan penangkapan wanita-wanita Lebanon untuk membalas serangan-serangan Hizbullah.
"Kita harus berpikir di luar kotak mengenai Hizbullah, dan kita juga harus mempertimbangkan pendudukan wilayah dan membunuh banyak teroris," cetus Ben-Gvir dalam rapat Kabinet Keamanan Israel pada Senin (8/6) malam waktu setempat, seperti dikutip surat kabar Maariv dan dilansir Anadolu Agency, Selasa (9/6/2026).
Ben-Gvir juga menyerukan "penangkapan perempuan-perempuan dan anak-anak" di Lebanon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah yang paling menyakitkan bagi mereka," ucapnya, merujuk pada Hizbullah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar, saat berbicara dalam rapat yang sama, menuduh Hizbullah berusaha menyeret Israel ke dalam "perang atrisi".
Militer Israel melancarkan serangan udara mematikan terhadap Lebanon setelah Hizbullah menyerang Tel Aviv pada 2 Maret lalu. Gelombang serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.600 orang, melukai lebih dari 11.100 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Serangan Tel Aviv yang berkelanjutan terhadap Lebanon, telah memicu aksi saling serang antara Israel dan Iran pada Senin (8/6) waktu setempat. Sementara Teheran bersumpah akan memberikan respons "menghancurkan" jika Israel terus menyerang Lebanon, Tel Aviv mengatakan akan melanjutkan serangannya.
"Israel membutuhkan banyak senjata," kata Menteri Pembangunan Wilayah Pinggiran, Negev, dan Galilea, Yitzhak Wasserlauf, dalam rapat yang sama.
Menteri Urusan Permukiman, Orit Strock, menyerukan pendudukan wilayah di Lebanon.
Dalam rapat Kabinet Keamanan Israel, Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa: "Nasib Dahiyeh di Beirut adalah nasib kota-kota di bagian utara."
Dahiyeh merupakan area pinggiran selatan Beirut, yang menjadi basis dan benteng pertahanan Hizbullah.
"Kami secara tegas menolak ancaman Iran, dan setiap upaya Iran untuk mengaitkan Lebanon dengan Iran atau menyerang Israel akan ditanggapi dengan kekuatan besar, seperti yang terjadi kemarin," tegas Katz.
Tonton juga video "Makin Jengkel, Trump Minta Netanyahu Hati-hati atau Bakal Sendirian"










































