Israel Serang Iran Lagi, 2 Anggota Militer Tewas

Israel Serang Iran Lagi, 2 Anggota Militer Tewas

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 09 Jun 2026 23:44 WIB
Smoke rises following an explosion, after Israels Defence Minister Israel Katz said Israel had launched a pre-emptive attack against Iran, in Tehran, Iran February 28, 2026 in this screen grab taken from video. WANA (West Asia News Agency) via REUTE
Foto: Israel Serang Iran, Ledakan Bikin Warga Berlarian pada Februari 2026 (REUTERS/WANA)
Jakarta -

Dua anggota unit pertahanan udara Iran dilaporkan tewas dalam serangan Israel. Informasi tersebut disampaikan stasiun penyiaran milik negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

Menurut IRIB, kedua personel tersebut gugur saat menjalankan tugas menjaga wilayah udara Iran pada Senin (8/6/2026) waktu setempat.

"Keduanya tewas saat menjalankan misi untuk mempertahankan wilayah udara negara," demikian laporan IRIB dilansir CNN, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, seorang pegawai Pemerintah Kota Teheran juga dilaporkan tewas dalam serangan yang sama. Kantor berita semi-resmi Fars menyebutkan, dengan tambahan korban tersebut, jumlah korban tewas yang telah terkonfirmasi di Iran kini mencapai tiga orang.

Di tengah insiden tersebut, Israel dan Iran kembali memberlakukan gencatan senjata setelah saling melancarkan serangan rudal pada Minggu dan Senin. Pertukaran serangan tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi besar dalam konflik kedua negara.

Meski demikian, Teheran memperingatkan akan melanjutkan serangan apabila operasi militer Israel di wilayah Lebanon selatan terus berlanjut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin terbuka. Trump mengatakan kesepakatan tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat.

"Kesepakatan dengan Iran dapat dicapai dalam dua atau tiga hari," kata Trump.

Ia mengklaim kesepakatan itu akan menghentikan Iran memiliki senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu singkat.

(dek/zap)


Berita Terkait