Panas Lagi! Israel Gempur Pabrik Petrokimia di Iran

Panas Lagi! Israel Gempur Pabrik Petrokimia di Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 08 Jun 2026 12:54 WIB
Serangan rudal Iran di Israel (Foto: REUTERS/Mussa Qawasma)
Serangan rudal Iran di Israel (Foto: REUTERS/Mussa Qawasma)
Jakarta -

Iran dan Israel kembali memanas. Media Iran pada hari Senin (8/6) melaporkan bahwa Israel telah menyerang sebuah pabrik petrokimia di Mahshahr di barat daya Iran. Ini terjadi seiring kedua negara yang bertikai itu kembali saling gempur beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan untuk menahan diri.

"Musuh Zionis telah melakukan serangan udara terhadap Perusahaan Petrokimia Karoon di Mahshahr," tulis media lokal Iran di Telegram, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026).

Media tersebut mengutip seorang pejabat penegak hukum setempat yang mengatakan bahwa proyektil Israel menghantam fasilitas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, sirene serangan udara berbunyi di Israel pada hari Minggu (7/6), ketika militer negara itu berupaya mencegat rentetan rudal Iran yang datang untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April diberlakukan dalam perang di Timur Tengah. Merespons serangan Iran itu, Israel kemudian melancarkan serangan rudal ke Iran.

Israel menyebut bahwa serangan rudalnya tersebut merupakan tindakan balasan terhadap serangan Iran pada hari Minggu (7/6) dengan 11 rudal, yang semuanya berhasil dicegat, tanpa korban jiwa.

Trump telah berusaha untuk menenangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seiring Israel menuduh Teheran melakukan "kesalahan besar".

"Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid dalam wawancara telepon.

"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," kata Trump seperti yang dilaporkan.

Ravid kemudian memposting bahwa seorang pejabat AS mengatakan Trump berbicara dengan Netanyahu, meskipun Gedung Putih dan Trump belum memberikan komentar.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper ikut menyerukan pengendalian diri.

"Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun," tulisnya di media sosial X, seraya menyerukan diplomasi.

Teheran telah bersikeras bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen juga harus menghentikan konflik paralel di Lebanon, di mana Israel sedang melakukan serangan melawan gerakan Hizbullah yang didukung Iran.

Teheran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan baru di Beirut, ibu kota Lebanon akan memicu "kembalinya permusuhan skala penuh".

Lihat juga Video 'Riuh Warga Iran Dukung Negaranya Rudal Israel: Kita Harus Bela Lebanon':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait