Trump Tolak Cairkan Aset Iran Sebelum Kesepakatan Tercapai

Trump Tolak Cairkan Aset Iran Sebelum Kesepakatan Tercapai

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 08 Jun 2026 00:00 WIB
US President Donald Trump delivers a speech about the economy at Rockland Community College Fieldhouse in Suffern, New York, on May 22, 2026. Trump is the first sitting president to visit the northern New York City suburbs since Gerald Ford in 1976.
Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Washington -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa ia tidak akan mencairkan aset Iran sebelum mencapai kesepakatan dengan Teheran. Hal itu diungkap Trump dalam sebuah wawancaranya.

Dilansir AFP, Minggu (7/6/2026), ketika ditanya apakah ia bersedia untuk mencairkan aset Iran atau mencabut sanksi tertentu terhadap Iran, sebagai bagian dari kesepakatan potensial. Trump menjawab "Tidak".

"(Itu) Akan dilakukan setelahnya. Jika mereka berperilaku baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita akan mulai berbicara," kata Trump dalam wawancara dengan NBC, yang direkam Jumat lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran telah menuntut AS agar miliaran aset yang dibekukan untuk dicairkan.

Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, Departemen Keuangan AS sedang mempertimbangkan kemungkinan bahwa aset Iran dapat digunakan untuk memberikan kompensasi kepada negara-negara Teluk atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan Iran.

Trump menegaskan kembali bahwa ia tahu persis di mana uranium yang diperkaya berada di Iran dan ingin mengambilnya dengan cara apa pun, sementara tetap tidak jelas apakah ia akan mengirim pasukan AS untuk melakukannya.

"Jika kita mencapai kesepakatan, jika kita mencapai kesepakatan sekarang karena kita bersahabat, kita semua akan bekerja sama untuk mengambil kembali uranium ini. Kita akan mengambilnya dan menghancurkannya," katanya.

Nasib uranium yang diperkaya adalah salah satu poin tersulit dalam mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

(fas/fas)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini