Militer Israel Selidiki Kasus Pasukannya Tembak Mati Bayi di Tepi Barat

Militer Israel Selidiki Kasus Pasukannya Tembak Mati Bayi di Tepi Barat

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 08 Jun 2026 00:35 WIB
Israeli soldiers stand guard as Syrian Druze people cross back into Syria at the Israeli-Syrian border, in the Israeli-controlled Golan Heights town of Majdal Shams, Thursday, July 17, 2025. (AP Photo)
Ilustrasi tentara Israel (Foto: AP Photo/File)
Jakarta -

Militer Israel telah membuka penyelidikan atas pembunuhan seorang bayi berusia tujuh bulan akibat tembakan Israel di Tepi Barat. Bayi itu bernama Sam Fahd Abou Haikal.

Dilansir AFP, Senin (8/6/2026), bayi malang itu meninggal dan orang tuanya mengalami luka ringan ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah mobil keluarga tersebut di kota Hebron.

Tak lama setelah insiden pada Jumat itu, militer Israel mengatakan pasukannya telah menembak setelah tentara melihat sebuah kendaraan melaju ke arah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, penyelidikan awal menemukan bahwa ketiga warga Palestina tersebut adalah warga sipil yang tidak terlibat.

ADVERTISEMENT

Pada hari Minggu kemarin, militer Israel menyebut akan membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

"Berdasarkan temuan pemeriksaan pendahuluan, diputuskan untuk membuka penyelidikan oleh Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Militer," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

"Setelah selesai, temuan tersebut akan diserahkan ke Kantor Jaksa Agung Militer".

Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023 dengan serangan Hamas terhadap Israel, kekerasan yang hampir setiap hari juga mengguncang Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

Tentara atau pemukim Israel telah membunuh setidaknya 1.080 warga Palestina sejak saat itu, termasuk militan dan warga sipil, menurut perhitungan AFP berdasarkan data kementerian kesehatan Palestina.

Sementara itu, angka resmi Israel menunjukkan bahwa setidaknya 46 warga Israel, baik warga sipil maupun tentara, telah tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel dalam periode yang sama.

(fas/fas)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini