Israel Terus Menyerang ke Mana-mana, Korban Berjatuhan di Lebanon dan Gaza

Israel Terus Menyerang ke Mana-mana, Korban Berjatuhan di Lebanon dan Gaza

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Jun 2026 21:40 WIB
Rockets being launched from Lebanon towards Israel as seen from the Israeli side of the border with Lebanon, following an escalation between Hezbollah and Israel amid the US-Israeli conflict with Iran, March 3, 2026. (File photo: Reuters)
Foto: dok. Reuters
Jakarta -

Militer Israel terus meluncurkan serangan ke Lebanon dan Gaza. Korban tewas pun berjatuhan akibat serangan Israel tersebut.

Dirangkum detikcom, Minggu (7/6/2026), serangan Israel ke Gaza menewaskan 10 orang. Militer Israel menyebut salah satu korban tewas merupakan seorang komandan sel Hamas.

"Kami menargetkan Hamas di sektor tersebut," kata tentara Israel dilansir AFP, Sabtu (6/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan pesawat nirawak (drone) menewaskan delapan orang dan melukai 15 lainnya di kamp Jawazat, yang menampung warga terlantar. Informasi itu disampaikan dinas pertahanan sipil Gaza, layanan penyelamatan yang beroperasi di bawah otoritas Hamas.

Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza juga melaporkan menerima delapan jenazah.

Di wilayah yang lebih selatan, pria berusia 25 tahun bernama Muhannad Othman Farwana dilaporkan tewas pada pagi hari akibat serangan ke sebuah tenda.

Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis menyatakan jenazah pria itu dibawa ke rumah sakit bersama beberapa korban luka.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengatakan Farwana merupakan komandan sel Hamas dan tewas dalam serangan presisi.

Serangan tersebut menghantam tenda di atap rumahnya, sesaat sebelum ia dijadwalkan menikah pada hari itu, kata sepupunya, Mohammed Farwana.

"Seluruh keluarga sudah bersiap merayakan pernikahannya. Sekarang, kami justru menghadiri pemakamannya," ujarnya kepada AFP.

Pada malam hari, dinas pertahanan sipil Gaza kembali mengumumkan satu korban tewas akibat serangan Israel di tenggara Kota Gaza. Korban diidentifikasi sebagai pria berusia 37 tahun.

Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran yang hampir terjadi setiap hari terhadap gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Setidaknya 951 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas dan datanya dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Militer Israel melaporkan lima personelnya tewas dalam periode yang sama.

Pembatasan terhadap media dan keterbatasan akses di Gaza membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban maupun meliput kekerasan secara bebas.

Serangan Israel Tewaskan 2 Orang di Lebanon

Lebanon masih terseret dalam ke dalam perang Timur Tengah imbas Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel. Ada dua orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon Selatan.

Dilansir Aljazeera, Minggu (7/6), Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel di kota Saksakiyeh pada Sabtu pagi telah menewaskan sedikitnya dua orang. Saksakiyeh terletak di distrik Sidon.

Kementerian menambahkan bahwa 22 orang terluka dalam serangan itu, termasuk tiga anak dan seorang wanita.

Sebelumnya, militer Lebanon mengumumkan sedikitnya tiga tentaranya tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah kendaraan di wilayah selatan negara tersebut. Serangan mematikan ini terjadi saat kedua negara mengumumkan gencatan senjata bersyarat, yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/6), militer Lebanon menyebut serangan Israel itu sebagai "serangan biadab".

"Sejumlah personel militer, termasuk seorang perwira, gugur dalam serangan biadab Israel yang menargetkan sebuah kendaraan militer di ruas jalanan Khardali-Nabatieh," demikian pernyataan militer Lebanon via media sosial X.

Militer Israel, dalam pernyataannya, berdalih bahwa kendaraan yang menjadi target serangan itu "bergerak secara mencurigakan" di "zona pertempuran aktif yang telah dievakuasi".

Diklaim oleh militer Tel Aviv bahwa pasukannya "beroperasi melawan organisasi teroris Hizbullah, bukan melawan tentara Lebanon". Militer Israel juga menambahkan bahwa pihaknya "sedang meninjau insiden tersebut".

Serangan mematikan itu terjadi saat gencatan senjata yang seharusnya mengakhiri pertempuran di Lebanon, antara Israel dan kelompok Hizbullah, mulai berlaku sejak 17 April lalu, tetapi tidak dihormati.

Israel dan Hizbullah, yang didukung Iran, sering saling tuding melanggar gencatan senjata, dengan masing-masing pihak membenarkan serangan mereka yang diklaim merespons dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lain.

Gencatan senjata bersyarat lebih lanjut diumumkan oleh utusan Lebanon dan Israel pekan ini di Washington DC.

Halaman 2 dari 3
(fas/fas)


Berita Terkait